Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Februari 2018 | 05:28 WIB
 

Menteri Pertahanan Belanda Mundur

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 4 Oktober 2017 | 11:55 WIB
Menteri Pertahanan Belanda Mundur
Menteri pertahanan Belanda, Jeanine Hennis-Plasschaert - (Foto: gettyimages)

INILAHCOM, The Hague - Menteri pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert mengundurkan diri Selasa (3/10/2017) gara-gara sebuah laporan yang menyebut kegagalannya atas misi perdamaian PBB di Mali.

Kantor berita Reuters mengabarkan, laporan itu diterbitkan oleh Dewan Keamanan Belanda yang mengusut insiden 6 Juni 2016. Sebuah mortir meledak dan menewaskan dua serdadu Mali dan melukai satu tentara lainnya.

Hasil pengusutan menyebutkan, ledakan itu disebabkan oleh kelalaian kementerian pertahanan Belanda yang tak menghiraukan keselamatan dan pengobatan tentara penjaga perdamaian PBB. Laporan itu menyebutkan kelalaian itu terjadi karena Departemen Pertahanan Belanda hanya memikirkan tujuan strategis belaka.

Menteri Hennis mengumumkan pengunduran dirinya dalam debat parlemen yang terjadi beberapa hari sebelum pemerintahan sementara Belanda berakhir. Pemerintahan sementara Belanda akan digantikan oleh pemerintahan koalisi baru yang dipimpin PM Mark Rutte.

Belanda membantu mengirim sejumlah skuadron Helikopter Apache kepada pasukan penjaga perdamaian PBB Mali. Kini sumbangan Belanda diturunkan dan jumlah pasukan Belanda yang dilibatkan di Mali hanya sekitar 300 orang.

Jeanine Hennis-Plasschaert lahir di Heerlen, Belanda dan menamatkan kuliahnya di St. Athony's College di Gouda. Jeanine yang berusia 44 tahun kuliah di Akademi Sekretaris Eropa di Utrecht itu, terpilih menjadi anggota Parlemen Eropa pada 2004. di Parlemen Eropa, Jeanine Hennis-Plasschaert menjadi anggota komisi Transportasi dan Pariwisata. Ibu seorang putra ini terpilih menjadi Menteri Pertahanan Belanda di Kabinet Rutte II sejak 5 November 2012 hingga 3 Oktober 2017.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x