Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 12:23 WIB

Bocah Dibunuh, Kemarahan Meledak di Pakistan

Sabtu, 13 Januari 2018 | 01:07 WIB

Berita Terkait

Bocah Dibunuh, Kemarahan Meledak di Pakistan
Kantor polisi dibakar Kota Kasur, Pakistan. - (Foto: internationalnews)

INILAHCOM, Kasur -- Pembunuhan keji terhadap bocah perempuan berusia enam tahun bernama Zainab telah melahirkan gelombang kemarahan dan kesedihan masyarakat di sebuah kota di Pakistan.

Jasad bocah itu ditemukan di tempat pembuangan sampah di pinggiran kota Kasur, Pakistan, setelah sebelumnya diperkosa dan dicekik hingga tewas oleh pelakunya yang sejauh ini belum tertangkap.

Hasil pemeriksaan terhadap jasad bocah itu mengungkapkan bahwa dia diserang secara brutal. Beberapa luka ditemukan di tubuh dan wajahnya, dan tulang lehernya mengalami keretakan.

Polisi mengatakan ada 12 pembunuhan serupa dalam dua tahun terakhir, dan lima kasus diantaranya diduga terkait dengan seorang tersangka yang masih buron.

Sampel DNA juga telah diambil oleh polisi dari 80 terduga pelaku rentetan pembunuhan sadis tersebut

Kasus pembunuhan brutal ini menimbulkan kemarahan warga kota yang menganggap kerja polisi tidak becus dalam mengungkap kasus ini.

Massa yang marah bahkan membakar kantor pemerintah di kota itu dalam rentetan kerusuhan yang telah berlangsung sejak dua hari lalu.

Pada Kamis (11/01), seperti dikutip dari BBC, Jumat (12/01), pengunjukrasa melemparkan batu ke arah gedung pemerintah dan mencegat kendaraan para politikus, seraya mengeluhkan kinerja polisi yang dianggap tidak mampu berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan terhadap anak-anak.

'Rasanya dunia sudah berakhir'

Ayah Zainab, Ameen Ansari, mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak setuju dengan tindakan kekerasan yang dilakukan para pemrotes, tetapi memahami kemarahan massa terhadap polisi.

"Apabila polisi bekerja dengan baik, maka mereka akan menemukan siapa pelakunya, apalagi ada relaman kameran pengintai (CCTV)," katanya.

Dalam wawancara kepada BBC, Ameen Ansari menggambarkan kesedihannya dengan mengatakan: "Rasanya dunia sudah berakhir ... Saya tidak lagi memiliki kata-kata."

Kasus pembunuhan Zainab, bagaimanapun, telah menyedot perhatian publik, sehingga para politisi lokal pun menemui keluarganya dan berjanji mengungkap dan menangkap pembunuh bocah malang itu.

Juru bicara kepolisian setempat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "setidaknya ada sekitar 1.000 orang yang terlibat dalam unjuk rasa."

Para pendemo itu, lanjutnya, melempar batu ke rumah sakit pemerintah, polisi dan rumah wakil kepolisian. "Kami saat ini mencoba meredam kemarahan mereka agar tidak meluas," katanya.

Dua pelaku unjuk rasa dilaporkan tewas pada Rabu (10/01) setelah orang-orang yang marah itu berusaha menyerbu markas polisi setempat, dan polisi membelasnya dengan melepaskan tembakan.

Pemerintah provinsi Punjab telah menawarkan hadiah 10 juta rupee untuk siapa saja yang dapat membantu polisi menemukan dan menangkap pelaku pembunuhan Zainab.

Kiran Naz, presenter berita di stasiun televisi Samaa, terlihat memangku anaknya saat membacakan berita. Dia menyebut langkahnya itu sebagai tindakan protes terhadap praktek kekerasan terhadap anak-anak di Pakistan.

Kiran membuka siaran dengan berkata: "Hari ini saya bukan Kiran Naz, tapi hari ini saya adalah sosok ibu. Itulah sebabnya mengapa saya duduk dengan anak perempuan saya."

Dia kemudian menunjukkan semacam duka cita yang mendalam terhadap apa yang dialami Zainab seraya menambahkan bahwa duka cita itu juga dirasakan masyarakat Pakistan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x