Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Januari 2018 | 13:57 WIB
 

Khamenei: AS Gagal Timbulkan Kerusuhan di Iran

Oleh : - | Kamis, 11 Januari 2018 | 10:03 WIB
Khamenei: AS Gagal Timbulkan Kerusuhan di Iran
Ayatollah Ali Khamenei - (Foto: lbcgroup)

INILAHCOM, Washington -- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan Amerika Serikat (AS) akan "gagal total", jika berusaha mencampuri urusan Iran.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan kerusuhan baru-baru ini di Iran disebabkan oleh strategi "campur-tangan" AS, yang disebut Zarif merupakan tantangan keamanan paling serius yang dihadapi oleh negaranya.

Zarif juga menuduh bahwa kekuatan asing, termasuk saingan di kawasan itu, Arab Saudi,menghasut keresahan.

Dalam pidatonya yang terbaru, Khamenei mengulangi sebuah klaim yang dilontarkan oleh beberapa pejabat Iran bahwa demonstrasi baru-baru ini tidak hanya diatur, namun juga dibiayai dari luar negeri.

Khamenei mengakui untuk pertama kalinya bahwa orang mungkin memiliki keluhan dan keprihatinan yang nyata.

"Kita harus mendengarkan. Kita harus mendengarnya dan memberi jawaban sesuai pengertian kita. Tetapi dia tetap menyalahkan kerusuhan ini disebabkan oleh intrik asing," katanya, seperti dikutip dari VOA.

"Sekali lagi, negara kami mengatakan kepada AS, Inggris dan mereka yang berusaha untuk menggulingkan Republik Islam Iran, anda telah gagal, dan akan gagal terus pada masa depan," tambahnya.

AS telah membantah klaim Iran bahwa badan intelijen Washington berada di balik demonstrasi tersebut.

Berbicara dengan Fox News, Direktur CIA Mike Pompeo, mengatakan itu adalah masalah internal Iran dan bukan AS yang memicu demonstrasi.

"Kondisi ekonomi di Iran tidak baik. Itulah yang menyebabkan orang turun ke jalan," kata Pompeo.

Dalam pidatonya, Khamenei menyiratkan bahwa Arab Saudi berperan dalam demonstrasi itu, serta mengacu pada uang yang berasal dari "negara kaya yang kotor di dekat Teluk Persia."

Arab Saudi belum bereaksi atas tuduhan Iran itu. [voa/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x