Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 23 Februari 2018 | 21:29 WIB
 

Korut dan Korsel Sepakat Gelar Perundingan Militer

Oleh : - | Rabu, 10 Januari 2018 | 18:59 WIB
Korut dan Korsel Sepakat Gelar Perundingan Militer
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Seoul -- Setelah bernegosiasi sepanjang hari pada Selasa (09/01), Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) sepakat mengadakan perundingan militer dengan tujuan mengurangi ketegangan di wilayah perbatasan.

Korsel meminta Korut mengakhiri aksi-aksi bermusuhan yang dapat meningkatkan ketegangan, sementara Korut sepakat perlu diwujudkan suasana yang damai di Semenanjung Korea. Demikian dikatakan Pemerintah Korsel, seperti dikutip dari BBC, Rabu (10/01)

Korut juga akan mengirimkan kontingen dalam jumlah besar ke Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel, Februari mendatang.

Namun, Pyongyang tidak menyetujui usulan Korsel untuk mengizinkan pertemuan keluarga yang terpisah di kedua negara.

Korsel juga mengatakan tengah mempertimbangkan rencana untuk sementara membekukan sanksi sehingga para pejabat Korut dapat berkunjung ke Korsel selama pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin.

Ketua juru runding Korut, Ri Son-gwon, mengatakan tidak pantas bagi negaranya dicecar pertanyaan mengenai denuklirisasi, karena senjatanya diarahkan ke Amerika Serikat (AS) dan bukan ke negara-negara tetangga.

Perundingan tingkat tinggi pertama sejak 2015 itu digelar di Desa Panmunjom di zona demiliterisasi perbatasan kedua negara.

Masing-masing negara diwakili oleh lima pejabat senior dan pemimpin dari kedua negara dilaporkan menyaksikan jalannya perundingan lewat saluran CCTV.

Dalam kata sambutannya, Ri Son-gwon, bersikap cukup netral. Ia mengatakan perundingan diharapkan membuahkan "hadiah manis" di tahun baru.

Ditegaskannya Korut mempunyai "pendirian yang sungguh-sungguh dan tulus".

AS menyambut kemajuan dalam perundingan antara Korsel dan Korut itu.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan pemerintah tertarik mengambil bagian dalam perundingan di masa depan. Namun Departemen Kementerian Luar AS kembali menegaskan bahwa tujuan perundingan adalah menghentikan pengembangan senjata nuklir, suatu tuntutan yang sudah ditolak Korut. [bbc/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x