Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 20:37 WIB

Pemenang Nobel Minta Dunia Dukung Demo Anti-Iran

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 5 Januari 2018 | 12:56 WIB

Berita Terkait

Pemenang Nobel Minta Dunia Dukung Demo Anti-Iran
Shirin Ebadi - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Teheran - Shirin Ebadi, pemenang Nobel Perdamaian dari Iran mengimbau AS dan komunitas internasional mendukung aksi demonstrasi di Iran dengan menjatuhkan sanksi politik dan ekonomi.

Kantor berita Reuters mengabarkan, hal itu diungkap Shirin Ebadi dalam wawancaranya Kamis (4/1/2018). "Saya mendukung 100 persen dan meminta rakyat Iran agar tetap melakukan protes damai di jalan-jalan raya dan tetap melakukan pembangkangan sipil," kata Shirin Ebadi, Pemenang Nobel Perdamaian 2003 itu.

Lebih lanjut, Shirin Ebadi juga meminta kepada satuan polisi Iran dan Garda Revolusi Iran untuk meletakkan senjata. "Wahai anak-anakku di jajaran kepolisian dan Garda Revolusi. Letakkan senjata kalian dan tidak membunuh saudara saudarimu sendiri. Jika situasi negara meningkat, maka kalian juga mendapatkan manfaatnya," tutur Ebadi, salah satu pengkritik Pemerintahan Teheran yang tinggal di tempat pengasingan di luar negeri.

Saat ditanya mengenai penjelasan Mohammad Ali Jafari, Komandan Garda Revolusi yang menyebutkan aksi protes telah usai? "Itu kan menurut dia. Tapi rakyat masih berada di jalan. Bahkan, jika mereka pulang sekalipun, mereka masih memendam kemarahan dan aksi protes itu akan muncul lagi dalam beberapa bulan atau beberapa tahun mendatang," kata Shirin Ebadi, perempuan kelahiran Hamadan, Iran itu.

Shirin Ebadi juga menanggapi sanksi ekonomi yang dijatuhkan Pemerintahan Presiden Donald Trump. Menurutnya, sanksi ekonomi dan pembatasan visa kepada warga Iran, akan membuat rakyat Iran semakin menderita. "Bukan Pemerintah Teheran," katanya. "Saat Pemerintah Obama, saya jelaskan seharusnya Iran diberi sanksi politik. Misalnya, perdagangan senjata dan peralatan militer yang digunakan untuk menekan rakyat Iran, harus dilarang," kata Shirin Badi, bekas Hakim dan Jaksa Iran berusia 70 tahun itu. "Siaran radio dan televisi Iran dalam berbagai bahasa harus dilarang, karena menyebarkan kebencian dan kepalsuan," ujar Shirin Ebadi yang konon berdiam di Canada.

Tags

Komentar

Embed Widget

x