Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 15:58 WIB

AS Gunakan FB-Twitter Hubungi Demonstran Iran

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 3 Januari 2018 | 12:08 WIB

Berita Terkait

AS Gunakan FB-Twitter Hubungi Demonstran Iran
(Foto: freerepublic)

INILAHCOM, Washington DC - Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan akan menggunakan linimasa Facebook dan Twitter untuk berkomunikasi langsung dengan demonstran Iran.

Fox News mengabarkan Selasa (2/12018), langkah itu diambil setelah Pemerintah Teheran membekukan Instagram dan Telegram, dua linimasa paling populer digunakan di Iran. Pesan komunikasi itu akan disampai dengan bahasa Farsi, bahasa yang digunakan warga Iran. Meski upaya itu tidak menjamin komunikasi bakal sampai ke para demonstran, namun, "Setidaknya dunia tahu bahwa AS mendukung para demonstran," bunyi penjelasan Departemen Luar negeri AS.

Tidak seperti pemerintahan Obama, Presiden Trump secara terang-terangan mendukung aksi unjuk rasa kelompok pro-demokrasi Iran. "Rakyat Iran akhirnya menentang rezim yang brutal dan korup," tulis Trump lewat cuitan Twitternya. "Seluruh dana yang dikirimkan dengan bodoh oleh Presiden Obama ternyata digunakan mereka untuk mendukung kelompok teroris atau dikantongi sendiri. Tak heran bila rakyat Iran kekurangan makanan, inflasi melambung tinggi dan tidak ada hak-hak asasi manusia. Amerika tengah mengamati perkembangan di Iran," bunyi cuitan Trump.

Dari Teheran dikabarkan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bertemu para pemimpin politik dan kepala keamanan Iran. Dalam pertemuan rahasia pada 31 Desember 2017 lalu, Ali Khamenei mengingatkan bahwa aksi unjuk rasa melumpuhkan sektor ekonomi dan mengancam keamanan Pemerintah Iran.

"Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari jalan keluar dari situasi ini," kata Khamenei. Para pemimpin agama dan pemimpin lain diminta segera turun ke tempat kejadian untuk mengatasi situasi agar tidak lebih buruk lagi. "Allah akan menolong kita. Ini adalah situasi genting. Berbeda dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya," kata Khamenei.

Sampai kini tercatat 21 orang terbunuh dalam aksi unjuk rasa yang merebak hingga Teheran. Sembilan orang tewas di Kota Qahderijan, Provinsi Isfahan, saat pengunjuk rasa menyerang sebuah pos polisi. Mereka dikabarkan hendak merebut persenjataan milik satuan polisi. Seorang bocah usia 11 tahun dan lelaki berusia 20 tahun termasuk menjadi korban yang tewas. Sementara itu, seorang perwira polisi di Najafabad dan anggota milisi militer Basij juga jadi korban. Bahkan seorang anggota Garda Revolusi Iran, IRGC ditembak mati oleh seorang demonstran menggunakan senjata hasil rampasan di Najafabad.

Aksi demonstrasi ini awalnya terjadi di kota kecil Mashad, oleh beberapa gelintir pengunjuk rasa yang memprotes naiknya harga-harga kebutuhan makanan seperti telur hingga 40%. Tingkat inflasi juga naik 10% dan tingkat pengangguran masih tinggi. Harga kebutuhan tersebut naik karena Pemerintahan Hassan Rouhani menerapkan pajak tinggi bagi warga Iran yang bekerja di luar negeri.

Komentar

Embed Widget
x