Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Januari 2018 | 05:42 WIB
 

Kim Jong-un: Tombol Nuklir di Meja Saya

Oleh : - | Senin, 1 Januari 2018 | 16:34 WIB
Kim Jong-un: Tombol Nuklir di Meja Saya
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un - (Foto: bbc)

INILAHCOM, Pyongyang -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengatakan bahwa dia memiliki sebuah tombol untuk meluncurkan nuklir yang selalu ada di mejanya sehingga AS "tidak akan dapat memulai sebuah perang".

Dalam pidato tahun baru yang disiarkan televisi, Kim Jong-un menyatakan bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan senjata nuklir Korut. "Ini merupakan kenyataan, bukan sebuah ancaman," katanya seperti dikutip dari BBC, Senin (01/01/2018).

Namun, dia juga menawarkan sebuah zaitun pada Korea Selatan, yang menunjukkan dia "membuka diri terhadap dialog".

Dia juga mengatakan Korut kemungkinan mengirimkan tim ke Olimpiade Musim Dingin di Seoul.

Ketika ditanya oleh reporter terkait ancaman Kim, Presiden AS Donald Trump mengatakan,"Kita lihat saja, kita lihat saja".

Trump menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela perayaan Malam Tahun Baru di resor Mar-a-Lago di Florida.

Korut mendapatkan sejumlah sanksi selama tahun lalu karena program senjata nuklirnya dan berulang kali melakukan uji coba rudal konvensional.

Negara yang terisolasi secara politik telah melakukan enam kali uji coba nuklir dan memamerkan peningkatan kekuatan rudal.

Pada November, Korut melakukan uji coba Hwasong-15, yang dapat mencapai ketinggian 4.475 kilometer - lebih dari 10 kali Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Negara ini juga mengklaim telah mengembangkan senjata nuklir secara penuh, meskipun masih ada sikap skeptis di kalangan internasional mengenai kapasitas sebenarnya untuk melakukan sebuah serangan.

Dalam pidato di televisi, Kim menekankan kembali fokusnya terhadap program senjata, dengan mengatakan negaranya harus "memproduksi secara massal hulu ledak nuklir dan rudal balistik dan meningkatkan pengembangannya".

Namnun, dia juga menyebutkan bahwa hubungan antara Korut dan Selatan - secara teknik masih dalam perang - dapat mereda di tahun mendatang.

"Tahun 2018 merupakan sebuah tahun yang signifikan baik bagi Utara dan Selatan, dengan Utara memperingati 70 tahun kelahirannya dan Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin".

Pidato ini dilihat sebagai sinyal perubahan setelah dalam setahun lebih banyak melakukan retorika agresif.

Kim mengatakan dia akan mempertimbangkan mengirim perwakilan dalam Pertandingan di Pyeongchang, Korea Selatan pada Februari nanti- sebuah isyarat yang akan disambut Korea Selatan.

"Partisipasi Korut dalam Pertandingan Musim Dingin akan menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan persatuan masyarakat dan kami harap pertandingan akan sukses," kata Kim. "Pejabat dari dua Korea mungkin harus segera bertemu untuk membahas kemungkinannya."

Dua orang atlet Korut yang masuk kualifikasi untuk Olimpiade Musim Dingin yaitu peselancar es Ryom Tae-Ok dan Kim Ju-Sik.

Korut telah melewati batas waktu resmi untuk mengkonfirmasi keikutsertaannya, namun keduanya masih dapat bertanding dengan undangan dari Komite Olimpiade Internasional. [bbc/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x