Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 18:37 WIB

Resolusi Menentang Yerusalem Ibu Kota Israel

Trump Ancam Negara Anggota PBB

Kamis, 21 Desember 2017 | 09:11 WIB

Berita Terkait

Trump Ancam Negara Anggota PBB
Presiden AS Donald Trump - (Foto: ndtv)

INILAHCOM, Washington -- Presiden AS Donald Trump mengancam pemutusan bantuan kepada negara-negara yang mendukung resolusi PBB untuk menentang Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Mereka mengambil jutaan dolar, bahkan miliaran dolar, tapi menentang kita. Biarkan mereka bersuara menentang kita. Kita tidak perduli," kata Trumpkepada wartawan di Gedung Putih, Rabu waktu setempat, atau Kamis (21/12/2017) dini hari WIB.

Seperti diketahui,sebanyak 193 negara anggota Majelis Umum PBB akan melaksanakan voting tentang resolusi keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel, Kamis waktu setempat, atau Jumat (22/12/2017) dini hari WIB.

Resolusi yang tidak mengikat itu diusulkan oleh Turki dan Yaman untuk dibawa ke pemungutan suara di Majelis Umum dengan mencerminkan rancangan DK PBB yang diveto AS. Meskipun tidak mengikat, tapi voting resolusi ini punya bobot politik cukup kuat.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley sudah memperingatkan dalam sebuah surat ke belasan anggota PBB agar mereka tahu bahwa 'presiden dan Amerika Serikat melihat pemungutan suara sebagai hal pribadi'.

"Presiden akan mengamati pemungutan suara dengan hati-hati dan sudah meminta saya melaporkan tentang negara-negara yang menentang kami. Kami akan mencatat masing-masing semua suara dalam malasah ini," tulisnya, seperti dikutip dari BBC.

"Pengumuman presiden sama sekali tidak akan mempengaruhi perundingan status akhir, termasuk perbatasan khusus atas kedaulatan Israel di Yerusalem," tambahnya. "Presiden juga membuat jelas dukungan atas status quo (keadaan saat ini) dari lokasi-lokasi suci Yerusalem."

Haley menegaskan kembali peringatannya lewat pesan Twitter, "AS akan mencatat nama-nama."

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki dan rekannya dari Turki, Mevlut Cavusoglu, menuduh AS melakukan intimidasi.

"Kita melihat bahwa Amerika Serikat, yang ditinggal sendirian, kini beralih ke ancaman. Tidak ada negara terhormat dan bermartabat yang akan tunduk pada tekanan ini," tegas Cavusoglu dalam konferensi pers bersama al-Maliki di ibu kota Turki, Ankara, sebelum terbang ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x