Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 April 2018 | 13:09 WIB
 

Pimpinan Hamas Dituduh Rencanakan Culik Yahudi

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 15 Desember 2017 | 14:09 WIB
Pimpinan Hamas Dituduh Rencanakan Culik Yahudi
Ofir Gendelman, Juru Bicara Kantor PM Israel - (Foto: Paltimes)

INILAHCOM, Tel Aviv - Dalam operasi pembersihan di Tepi Barat, tentara Israel menangkap sejumlah pemimpin Hamas yang dituduh berencana hendak menculi warga Yahudi.

Harian Ashraq Al-Awsat mengabarkan Kamis (14/12/2017), di antara para pimpinan Hamas yang ditangkap, termasuk Hassan Youssef, salah satu pemimpin Hamas yang diciduk saat tentara Israel menggrebek kediaman Youssef di Kota Beitunia, Ramallah. Dalam penggrebegan itu, yang terkena sasaran antara lain para aktivis Hamas, para bekas tahanan politik, mahasiswa Arab Palestina, yang dituduh terlibat dalam rencana penculikan kaum Yahudi di Tepi Barat.

Ofir Gendelman, Juru Bicara Kantor PM Israel menjelaskan, Badan Keamanan Israel, Shabak dan kepolisian Israel baru-baru ini mengungkap plot penculikan di Samaria yang direncanakan oleh Hamas, yang rencananya akan dilakukan pada Hari Libur Hanukah, akhir Desember ini. Juru Bicara Israel itu melanjutkan, petugas kepolisian juga menahan Mohammad Ramadan seorang pemimpin sel Hamas, dan Ahmad Ramadan.

Menurut Ofir, para anggota sel Hamas melakukan kontak dengan Oumar Atzeida. Salah satu anggota Hamas ini berperan sebagai komandan di Gaza dan bertugas mengirim dana ke Yudea dan Samaria untuk melancarkan operasi serangan melawan Isrrael.

Dalam penyidikannya, Shabak juga menemukan tiga bahan penculikan, yakni soal rute bis kota, pemberhentiannya dan pusat-pusat persimpangan jalan. Mereka akan menyamar sebagai penduduk Israel agar mudah menculik warga Yahudi dan memasukkan ke dalam kendaraan mereka.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh kelompok Hamas. Husam Badran, salah satu anggota politbiro Hamas mengeluarkan pernyataan resminya. "Kampanye penangkapan para pemimpin Hamas, termasuk Sheikh Hassan Youssef akan membuat gerakan rakyat Palestina semakin kuat dan tegar. Mereka semakin terpicu untuk melancarkan gerakan Intifadah (lemparan batu) untuk mewujudkan cita-citanya," kata Husam Badran.

Komentar

 
Embed Widget

x