Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Juli 2018 | 09:18 WIB
 

Saling Serang Hamas-Israel

Oleh : - | Kamis, 14 Desember 2017 | 11:59 WIB
Saling Serang Hamas-Israel
(Foto: TheTower)

INILAHCOM, Gaza -- Para pejuang Hamas di Palestina dan tentara Israel saling serang dalam beberapa hari. Kamis (14/12/2017) dini hari, milter melakukan serangkaian serangan udara terhadap Hamas di Gaza.

Serangan militer Israel itu mengincar tiga fasilitas militer Hamas di beberapa bagian Jalur Gaza, daerah kekuasaan faksi tersebut.

"Fasilitas militer tersebut digunakan sebagai kompleks pelatihan dan penyimpanana senjata," demikian pernyataan militer Israel.

Seorang sumber di otoritas keamanan Palestina menyatakan Israel melakukan lebih dari 10 serangan pada sasarannya, yang termasuk situs angkatan laut dan militer Hamas dekat kamp pengungsi Shati di Gaza utara.

Serangan yang dilancarkan militer Israel ini sebagai balasan setelah sejumlah roket Hamas ditembakkan ke wilayah Yahudi dari daerah tersebut.

Saling serang Hamas dan Israel ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel pekan lalu. Sebagai respon atas keputusan ini, faksi Hamas Palestina menyerukan rakyat Palestina, umat muslim, dan dunia Arab untuk melawan keputusan Trump tersebut dengan cara intifada dan perlawanan lain.

Isu pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menjadi sorotan luas karena selama ini, Israel dan Palestina saling klaim Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing negara.

Israel merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967. Namun masyarakat internasional tak mengakuinya.

Sejak Trump menjadi Presiden AS rencana pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel seringkali disampaikan. Juni lalu dia sempat menangguhkan dan Desember ini adalah batas waktu baginya untuk memutuskan.

UU Pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem diteken tahun 1995. Namun semua Presiden AS diberikan hak untuk menangguhkan setiap enam bulan sekali. Semua Presiden AS sebelumnya tidak berani menandatangani pemindahan tersebut. Pasalnya, isu ini sangat rawan yang bisa menyulut ketegangan baru di Timur Tengah. [lat]

Komentar

x