Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 23 Februari 2018 | 15:30 WIB
 

Protes Korban Penggusuran Berlangsung di Beijing

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 13 Desember 2017 | 20:30 WIB
Protes Korban Penggusuran Berlangsung di Beijing
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Beijing - Ratusan demonstran melakukan aksi turun ke jalan untuk memprotes tindakan pemerintah Beijing menggusur rumah-rumah petak yang dihuni pengadu nasib dari pedesaan.

The Guardian mengabarkan Senin (11/12/2017), meski tidak begitu marak, namun aksi yang terjadi di Desa Fejia, Timur Laut Lapangan Tiananmen itu dinilai berdampak luas. Maklum protes itu membela warga pedesaan yang digusur dari Beijing. Sejumlah aktivis mengungkapkan, para pekerja kasar itu digusur dari rumah-rumah petak di Beijing, sejak November lalu, setelah terjadi kebakaran di kawasan itu.

Rekaman video yang beredar di linimasa menggambarkan para demonstran bergerak menuju Bandara Beijing, dan mendekati distrik 798. Kawasan ini dihuni para migran yang dikabarkan bakal digusur. Sebuah kelompok di antara membawa spanduk bertuliskan "Aksi kekerasan melakukan pelanggaran hak asasi manusia", yang menentang langkah penggusuran tersebut. Padahal, dalam sejumlah kesempatan Presiden Xi Jinping menyatakan diri sebagai pembela 'Wong Cilik'.

Karena itu, saat berkunjung ke sejumlah kawasan migran pekan lalu, kedatangan Xi Jinping disambut protes sejumlah warga. "Yang terjadi sekarang ini, kepalanya dipenuhi air," kata seorang pemrotes yang tinggal di kawasan Sanyingmen. Warga asal Provinsi Anhui tersebut diberi waktu hingga pukul 7 pagi esok hari, agar segera meninggalkan rumah petaknya. "Katanya ada Impian China, tapi mana buktinya," katanya sambil menangis. "Bagaimana mau mimpi, jika kita tidak bisa tidur," sambungnya.

"Kalangan bawah melakukan perlawanan," tulis Yaxue Cao, redaktur ChinaChange.org, portal pembela HAM berbahasa China. Menurut Eli Friedman, ahli China dari Cornell University, aksi penggusuran itu tidak mungkin terjadi apabila tidak disetujui oleh Xi Jinping, katanya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x