Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 April 2018 | 13:07 WIB
 

Korut Minta Komunikasi Antar-Militer dengan AS

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 8 Desember 2017 | 14:47 WIB
Korut Minta Komunikasi Antar-Militer dengan AS
(Foto: cbc)

INILAHCOM, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara membuka diri untuk melakukan kontak langsung dengan AS.

The Guardian mengabarkan, hal itu disampaikan Menlu Rusia Sergei Lavrov kepada rekannya Menlu AS Rex Tillerson, saat keduanya bertemu di Vienna, Kamis (7/12/2017). Belum ada tanggapan tentang hal ini dari Rex Tillerson. Namun sikap AS menuntut agar Korut menyerahkan persenjataan nuklirnya apabila hendak melakukan negosiasi dengan AS.

"Kami tahu bahwa Korut minta jaminan keamanan bila ingin berdialog dengan AS. Kami bersedia ikut ambil bagian dalam negosiasi ini," kata Menlu Lavrov.

Upaya diplomasi tersebut berlangsung pada saat ketegangan di semenanjung Korea semakin tegang. Puncaknya terjadi 29 November lalu, ketika Korut melakukan uji coba senjata nuklir balistik Hwasong-15, yang diperkirakan mampu menjelajah hingga daratan AS. Uji coba itu dilakukan Pyongyang setelah sebelumnya melakukan uji coba bom hidrogen bulan September lalu.

Dalam pertemuan baru-baru ini, para pejabat Korut mengaku khawatir dengan ancaman yang dilakukan Korsel dan AS. Seperti pembentukan 'Satuan pemenggal kepala' yang dimaksudkan untuk membunuh Pemimpin Korut Kimg Jong-un. Latihan militer bersama antara Korsel dengan AS yang melibatkan ribuan personil militer dan jet tempur AS, semakin membuat nyali Kim Jong-un semakin ciut.

Selain itu, para pejabat tinggi militer Korut juga menyampaikan usul adanya kemungkinan menjalin komunikasi militer antara para pejabat Pyongyang dan AS. "Sangat menarik, mengingat hal itu tidak pernah diutarakan mereka," kata Suzanne DiMaggio, seorang pemerhati di pusat pemikiran New America yang berperan besar dalam kontak di belakang layar dengan Iran dan Korut.

Menanggapi hal itu, Gedung Putih tampaknya bersedia menerima usulan tersebut. Sue Mi Terry, bekas analis CIA dan direktur keamanan untuk Korea, Jepang dan Asia, menyatakan komunikasi bisa saja dibuka. "Bahkan pemerintahan AS bersedia membuka komunikasi bila diperlukan. Bukan hanya untuk negosiasi, tetapi juga agar lebih transparan," kata Sue Mi Terry. Untuk itu, AS akan mengutus Joseph Yun, perwakilan khusus AS tentang Korut untuk melakukan negosiasi. "Pak Joseph Yun mungkin bisa melakukan tugas tersebut, meski berbeda dengan Gedung Putih. Saya tak tahu, apakah Gedung Putih akan mendukungnya," tambah Sue Mi Terry.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x