Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 10:55 WIB

Puluhan Pesawat Tempur AS Latihan di Korsel

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 5 Desember 2017 | 13:48 WIB

Berita Terkait

Puluhan Pesawat Tempur AS Latihan di Korsel
(Foto: Istimewa)

INILACOM, Seoul - Lebih dari 20 jet tempur F-16 AS ikut terlibat dalam permainan perang-perangan yang digelar Korea Selatan, Senin (4/12/2017).

NBC News mengabarkan, armada tempur AS itu ambil bagian dalam latihan perang tahunan Korea Selatan. Latihan perang yang dinamai Vigilant Ace atau 'Siap-siap dengan Kartu As' tersebut "Melibatkan tak kurang dari 230 pesawat tempur dari delapan lokasi di Korea Utara," bunyi pernyataan resmi Angkatan Udara AS.

Korps marinir dan angkatan laut AS yang juga dilibatkan dalam latihan itu, digambarkan sebagai "Latihan serangan udara yang realistis" dari berbagai latihan yang pernah dilakukan antara AS dan Korea Selatan. Bahkan 12 ribu personil militer AS juga diterjunkan dalam latihan yang dimulai Senin hingga Jumat akhir pekan ini. "Latihan perang ini tidak dimaksudkan untuk menanggapi provokasi dan insiden apapun," bunyi pernyataan angkatan udara. "Ini merupakan latihan rutin yang setiap tahun digelar AS dan Korsel," sambungnya.

Meski begitu, banyak yang yakin bahwa latihan perang itu untuk menghadapi ancaman nuklir Korea Utara. Seperti diketahui, Kimg Jong-un pemimpinnya, baru saja melakukan uji coba misil balistik antar benua yang konon mampu menjelajah hingga daratan AS. "Latihan perang itu, jelas merupakan provokasi dari kuburan," kata Kim Jong-un.

Tanggapan Beijing mengenai provokasi kuburan itu, diperdengarkan kementerian luar negeri China. "Sungguh disesalkan bahwa semua pihak tidak memberi kesempatan bagi China untuk menyelesaikan masalah ini, seperti yang selama ini kita utarakan," kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Apalagi latihan selama sepekan itu melibatkan pula enam pesawat jet tempur F-22, enam pesawat tempur F-35 dan 12 pesawat pengangkut F-35B yang baru pertama kali difungsikan.

Penasehat keamanan Gedung Putih, Jenderal HR McMaster menyatakan bahwa Presiden Donald Trump akan menyelesaikan masalah itu. "Jika perlu, Presiden AS akan menyelesaikan masalah itu, karena beliau tidak ingin pembunuh dan rezim penipu itu mengancam Amerika Serikat," kata Jenderal McMaster.

Komentar

Embed Widget
x