Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 06:23 WIB

Pilot Jerman Tolak Angkut Pengungsi Pulang

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 5 Desember 2017 | 12:43 WIB
Pilot Jerman Tolak Angkut Pengungsi Pulang
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Berlin - Sejumlah pilot Jerman menolak membawa ratusan pengungsi serta pemohon suaka politik dari Timur Tengah yang dipulangkan Pemerintah Jerman.

Deutsche Welle mengabarkan Senin (4/12/2017), mereka menolak melakukan 222 penerbangan dari Jerman untuk mengangkut para pengungsi asing, menuju Afghanistan dan negara lain. Dalam pernyataannya, para pilot tersebut tidak mau menjadi bagian dari pemulangan pengungsi yang dinilai kontroversial.

Sebanyak 85 penolakan dialami oleh Maskapai Penerbangan Jerman Lufthansa dan anak perusahaannya, Eurowing, antara Januari hingga September 2017. Sekitar 40 penerbangan yang batal terbang berasal dari Bandara Dusseldorf, bandar udara yang sering menjadi lokasi para pengunjuk rasa untuk memprotes kepulangan para pengungsi. Sedangkan pembatalan penerbangan yang paling banyak terjadi di Bandara Frankfurt, pusat bandar udara penerbangan sipil terbesar di Jerman.

Jerman masih menjadi negara tujuan utama bagi para pengungsi asing, dibandingkan 27 negara Uni Eropa lainnya. Seperti dilaporkan Harian Die Welt, Kantor Federal Migrasi dan Pengungsi Jerman, BAMF memproses 388 ribu kasus suaka politik selama enam bulan pertama tahun 2017.

Lebih dari 150 ribu pemohon suaka politik melakukan naik banding ke pengadilan tinggi, sehingga Pemerintah Berlin harus mengeluarkan biaya sidang sebesar $ 22,5 juta. Untuk menekan pengeluaran itu, Pemerintahan Kanselir Angela Merkel memberi uang saku 3 ribu Euro atau sekitar $ 3 ribu kepada setiap pemohon suaka atau pengungsi yang bersedia pulang ke negaranya.

Sebanyak 7 juta pendatang asing dari sejumlah kawasan dunia tiba di Eropa sebagai pencari suaka politik dan pengungsi. Hanya 1,6 juta di antara mereka adalah benar-benar pengungsi. Sisanya sekitar 5 juta migran adalah pencari suaka politik, dan 1,2 di antaranya adalah kaum Muslim.

"Terlepas dari gelombang migran yang tiba di Jerman untuk kuliah, mencari pekerjaan dan alasan lainnya, jumlah migran warga Muslim diperkirakan akan meningkat lagi di masa-masa mendatang," kata Conrad Hackett, salah seorang periset studi tentang imigran asing ke Eropa.

Komentar

 
Embed Widget

x