Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 06:15 WIB

AS Terima 9,3 Juta Imigran Selama Satu Dekade

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 1 Desember 2017 | 11:18 WIB
AS Terima 9,3 Juta Imigran Selama Satu Dekade
(Foto: foxnews)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Amerika Serikat telah menerima 9,3 juta imigran asing menjadi penduduk tetap lewat program Kartu Hijau, selama tahun 2005 hingga 2015.

Fox News mengabarkan Kamis (30/11/2017), hal itu diungkap oleh Gedung Putih dan kantor federal AS. "Selama sekitar sepuluh tahun, sejumlah besar imigran menetap di AS berdasar permohonan sanak keluarganya yang juga imigran," kata Lee Cissna, Direktur Pelayanan Imigrasi dan Kewarnegaraan AS.

"Untuk pertama kali kita tahu masalah utamanya. Para pengambil keputusan di Departemen Keamanan Dalam Negeri harus mengambil langkah menghadapi masalah itu," lanjut Lee Cissna.

Angka 9,3 juta imigran asing itu cukup tinggi karena setara dengan 70 persen dari kedatangan para imigran dalam kurun waktu yang sama. Apalagi, hal itu terpicu oleh datangnya para imigran yang memiliki keahlian terbatas ke AS. "Angka tersebut benar-benar sangat besar, karena hal itu sekaligus menunjukkan, hampir seluruh imigran asing menjadi penduduk tetap, lantaran keluarga mereka," tutur seorang pejabat Gedung Putih. Maksudnya, bukan berdasarkan keahlian atau faktor lain.

Imigran dari Mexico menempati urutan teratas dengan 1,7 juta orang. Disusul oleh India dan Filipina yang jumlahnya masing-masing 600 ribu, sedangkan urutan selanjutnya adalah imigran dari Iran yang jumlahnya lebih dari 80 ribu orang.

Jeremy Robbins, Direktur Eksekutif New American Economy bertekad akan membenahi sistem imigrasi yang cukup parah itu. "Kita harus bisa memperbaiki sistem imigrasi yang berlaku sekarang ini. Tapi hal itu bukan berarti kami tidak suka melihat para keluarga bisa saling menyatu," lanjut Jeremy Robbins.

Di antara upaya yang dilakukan Partai Republik, adalah mengakhiri gelombang migrasi warga asing berdasarkan keluarga. Sebagai gantinya, para anggota parlemen Republik bersedia melakukan kerjasama dalam program DACA. Program pemerintah AS ini memberikan keleluasaan bagi para bocah imigran yang tiba sebelum balita. Mereka ditampung dan dibiayai pendidikannya hingga mampu bekerja dan berkarya di AS. Namun, mereka tidak bisa menjadi warganegara AS.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x