Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Januari 2018 | 05:38 WIB
 

AS Sebut Rudal Korut Punya Jangkauan Antar-Benua

Oleh : - | Kamis, 30 November 2017 | 01:05 WIB
AS Sebut Rudal Korut Punya Jangkauan Antar-Benua
(Foto: Thesun)

INILAHCOM, Washington - Roket yang diluncurkan Korea Utara adalah rudal balistik antar-benua yang terbang sejauh sekitar 1.000 kilometer sebelum jatuh di Laut Jepang, demikian menurut Departemen Pertahanan AS.

Menurut tinjauan awal Pentagon, rudal tersebut diluncurkan dari Sain Ni di Korea Utara, dan terbang di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Jepang.

Baca juga: Korut: Pengembangan Senjata Nuklir Sudah Selesai

Dalam sebuah pernyataan, Pentagon mengatakan rudal itu tidak menimbulkan bahaya bagi Amerika Utara, wilayah AS, atau negara-negara sekutunya.

"Komitmen kami untuk melindungi sekutu kami, termasuk Korea Selatan dan Jepang, dalam menghadapi ancaman ini masih teguh," demikian pernyataan Pentagon seperti dilansir AFP.

"Kami masih siap mempertahankan diri dan sekutu kami dari serangan atau provokasi apa pun," imbuh mereka.

AS menyatakan tidak akan menoleransi uji coba atau pengerahan rudal balistik antar-benua Korea Utara yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke kota-kota AS.

Korea Utara meluncurkan sebuah rudal balistik hingga mendarat di wilayah dekat Jepang pada Rabu (29/11/2017), kata sejumlah pejabat.

Tembakan itu merupakan uji coba pertama yang dilancarkan Korea Utara sejak Pyongyang menembakkan satu rudal melewati negara tetangganya itu pada pertengahan September.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperingatkan bahwa Korea Utara mengancam keamanan mereka sendiri dengan uji coba rudal provokatif yang baru.

"Kedua pemimpin sepakat bahwa tindakan provokatif rezim Korea Utara mengganggu keamanan mereka sendiri dan makin mengasingkan mereka dari komunitas internasional," kata Gedung Putih.

"Para pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk menumpas ancaman Korea Utara," imbuh pihak istana presiden AS itu.

AS, Jepang, serta Korea Selatan meminta penyelenggaraan rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Rabu guna membahas peluncuran rudal balistik antar-benua oleh Pyongyang, yang menurut Jepang mendarat di dalam zona ekonomi eksklusif mereka

Komentar

 
Embed Widget

x