Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 15:43 WIB

Pangeran Mutaib Dibebaskan dari Hotel Ritz-Carlton

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 29 November 2017 | 13:40 WIB

Berita Terkait

Pangeran Mutaib Dibebaskan dari Hotel Ritz-Carlton
(Foto: nytimes)

INILAHCOM, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi membebaskan Pangeran Mutaib bin Abdullah dari Hotel Ritz-Carlton, tempat tahanan sementara yang terletak di Kota Riyadh, Selasa (28/11/2017).

The New York Times mengabarkan, dibebaskannya Pangeran Mutaib merupakan indikasi bahwa Pemerintah Saudi mulai memberikan pengampunan bagi ratusan pangeran yang diduga melakukan korupsi. Tak dijelaskan kenapa Pangeran Mutaib ditahan.

Maklum, Pangeran Mutaib, 65, sebelumnya menjabat tiga posisi penting di jajaran angkatan bersenjata dan garda nasional Saudi. Seorang diplomat AS menduga, Pangeran Mutaib hanya dipindahkan ke suatu tempat, dan tetap menjalani tahanan rumah. Tak diketahui apakah Pangeran Mutaib menyerahkan seluruh kekayaannya, agar dibebaskan. Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pangeran diminta menyerahkan kekayaannya, dengan imbalan akan dibebaskan dari Hotel Ritz-Carlton.

Putra Mahkota Pangeran Muhammed bin Salman yang melancarkan operasi anti-korupsi, dikabarkan memburu kekayaan ratusan pangeran Saudi yang tersimpan di luar negeri. Sejumlah aset di New York, London dan Zurich, yang berada di bawah yuridiksi AS dan Inggris, serta Swiss, konon sulit ditarik kembali Pemerintah Saudi, karena ditahan oleh negara-negara Barat.

Sementara itu, sejumlah transaksi keuangan antara Barat dan Saudi masih ditunda. Delapan bankir Saudi dan bank-bank internasional menyebutkan, transaksi yang melibatkan kliennya - baik yang masih ditahan maupun yang telah dibebas, masih dibekukan.

Sejumlah bank asing yang terlanjur memberi kredit ke sejumlah perusahaan Saudi, juga dikabarkan menaikkan bunganya lebih tinggi, bila hendak memberikan pinjaman baru ke Arab Saudi. "Sektor korporasi masih didominasi oleh keluarga kerajaan," bunyi pernyataan badan peringkat bunga bank Moody. "Dan banyak perusahaan Saudi yang dimiliki para pangeran yang dibekukan akunnya, sehingga membuat kondisi keuangan makin runyam," lanjutnya.

Komentar

Embed Widget
x