Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 10:38 WIB
 

Demonstrasi Rusuh, Menteri Hukum Pakistan Mundur

Oleh : - | Senin, 27 November 2017 | 13:33 WIB
Demonstrasi Rusuh, Menteri Hukum Pakistan Mundur
(Foto: brecorder)

INILAHCOM, Islamabad - Menteri Hukum Pakistan Zahid Hamid memutuskan untuk mengundurkan diri di tengah kericuhan demonstrasi penistaan agama yang yang terjadi sejak awal November.

Para demonstran yang digerakkan oleh kelompok Tehreek-i-Labaik Ya Rasool Allah Pakistan (TLYRAP) menuding Hamid telah menistakan agama dengan mengubah aturan pemilihan umum. Lewat perubahan aturan tersebut, ada peluang bagi tokoh Ahmadiyah untuk mendaftarkan diri sebagai kandidat pemilu.

Pemerintah Pakistan belakangan mencabut aturan itu, tapi para demonstran menuntut pengunduran diri Menteri Hukum dan melancarkan unjuk rasa yang berujung pada bentrokan dengan pihak keamanan selama hampir tiga pekan.

Hamid menyerahkan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Shahid Khaqan Abbasi pada Senin pagi," demikian laporan PTV, seperti dikutip laman AFP, Senin, (27/11/2017).

Para demonstran menghalangi jalan utama yang menghubungkan Kota Islamabad dan Rawalpindi. Pemerintah melakukan operasi pembersihan pada Sabtu (25/11/2017), setelah beberapa babak perundingan dengan para demonstran. Namun, operasi tersebut menyulut protes lain di berbagai kota besar di seluruh negeri itu.

Meski ada perintah dari pemerintah sipil kepada angkatan darat pada Sabtu malam untuk membantu memulihkan keamanan, tidak ada pasukan militer di lokasi kejadian dekat kamp protes di Faizabad, di pinggiran Ibu Kota, menurut para saksi mata yang dikutip Reuters.

Departemen pers militer juga tidak merespons permintaan keterangan mengenai perintah pemerintah itu.

Pada Minggu petang (26/11/2017), Menteri Dalam Negeri Ahsan Iqabal mengatakan pasukan paramiliter Rangers akan diberi wewenang untuk menangani demonstrasi.

Sedikitnya tujuh orang, termasuk satu polisi, tewas ketika beberapa ribu pasukan keamanan berusaha membubarkan para pengunjuk rasa menurut laporan media massa setempat dan pemerintah provinsi.

Setidaknya 187 orang terluka dalam bentrok Sabtu menurut pejabat provinsi yang namanya tak mau disebut. Inspektur polisi Amir Niazi mengatakan sedikitnya 80 orang anggota pasukan keamanan ada di antara korban luka.

Sepanjang Minggu para pendukung kelompok TLYRAP memblokade beberapa jalan raya utama, jalanan dan jalan arteri di kota-kota besar Pakistan, melumpuhkan lalu lintas dan kehidupan sehari-hari.

Di kota Lahore, ribuan demonstran berkemah di luar parlemen tingkat provinsi dan menyerang rumah seorang menteri, memicu polisi menembakkan gas air mata menurut reporter Reuters yang menyaksikan kejadian itu.

Sementara di kota Faisalabad, para pendukung mereka menyerang dan berusaha membakar rumah menteri yang lain.

Pada Sabtu, para pengunjuk rasa juga membakar tujuh truk penjara, tiga mobil polisi, satu mobil stasiun televisi dan satu tempat pengisian gas, yang semuanya masih membara hingga hari berikutnya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x