Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 06:20 WIB

China Dihebohkan Pelecehan Seksual Anak-anak TK

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 25 November 2017 | 16:09 WIB
China Dihebohkan Pelecehan Seksual Anak-anak TK
(Foto: Reuters/Jason Lee)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - China dihebohkan dengan kasus pelecehan seksual dan tindakan tak senonoh yang dilakukan tiga guru perguruan pra-sekolah RYB terhadap murid-muridnya.

Seperti dikutip Deutshe Welle Jumat (24/11/2017), kantor berita Xinhua mengabarkan, petugas kepolisian Beijing tengah menyelidiki kasus yang terjadi di dalam gedung RYB. Di linimasa, beredar cerita bahwa sejumlah guru di perguruan itu melakukan pelecehan seksual terhadap para muridnya. Mereka juga melubangi telinga para muridnya dengan jarum biasa dan memberi para murid dengan pil yang tak jelas.

Beberapa murid balita menuturkan, mereka diminta melepas pakaian dan diperiksa oleh seorang guru yang juga telanjang. Belum ada konfirmasi tentang cerita para murid tersebut. Namun pihak sekolah RYB menyatakan telah memberhentikan tiga orang guru, karena dianggap melakukan tindakan tak senonoh. "Kami minta maaf atas semua kejadian yang membuat para orang tua dan masyarakat setempat merasa khawatir," bunyi pernyataan Perguruan RYB.

Sementara itu, orang tua murid bernama Wang meminta penjelasan mengenai hal itu, sedangkan seorang ibu menyebut, tuduhan itu tidak dapat dimaafkan. Seorang ayah lainnya terpaksa membatalkan pendaftaran bagi putranya dan meminta uangnya dikembalikan. Tapi seorang ibu lain bernama Zhang Yang, membela perguruan tinggi itu seraya menegaskan, tuduhan itu perlu diteliti karena nama perguruan RYB sudah dikenal luas sejak lama.

Menurut situs perguruan itu, RYB adalah jaringan pendidikan pra-sekolah yang mengelola 1.300 pusat pendidikan pada sekitar 500 Taman Kanak-kanak di 300 kota China. Awal tahun ini, RYB menemukan kesalahan serius pada salah satu pusat pendidikan di Beijing sehingga kepala sekolahnya dicopot.

Pada 2015, pengadilan di Provinsi Jilin, menghukum dua guru karena memukuli anak-anak didiknya berusia balita di Kota Siping. Kementerian Pendidikan China meminta para pejabat di daerah agar "Memberikan peringatan pada sekolah-sekolah yang mengalami insiden seperti itu," bunyi edaran yang disampaikan ke seluruh China.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x