Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 22:15 WIB

Pinjaman Kingdom Holding Saudi Ditolak Kreditur

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 21 November 2017 | 12:40 WIB
Pinjaman Kingdom Holding Saudi Ditolak Kreditur
(Foto: Reuters//Hamad I Mohammed)
facebook twitter

INILAHCOM, Riyadh - Permintaan pinjaman Kingdom Holding, perusahaan negara milik Kerajaan Arab Saudi dikabarkan ditolak oleh sejumlah kreditur internasional, karena dikhawatirkan perusahaan raksasa itu bakal ruwet.

Kantor berita Reuters mengabarkan Senin (20/11/2017), salah satu sumber perbankan menyebutkan, jumlah pinjaman yang diajukan sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp13 triliun lebih. Padahal Kingdom Holding merupakan perusahaan investasi terbesar Saudi yang memiliki saham properti di sejumlah negara. Seperti Plaza Hotel di New York dan Savoy Hotel di London. Penolakan pinjaman itu, diperkirakan akan memperlambat aktivitas bisnis baru di Arab Saudi.

Penolakan pinjaman itu, tambah Reuters, berakibat buruk bagi perekonomian dalam negeri Saudi. Sejumlah kegiatan bisnis seperti kegiatan keuangan di bank-bank akan terkena dampaknya. Apalagi, ratusan pangeran yang menjadi pemegang saham perusahaan Saudi, juga tak ketahuan nasibnya. Penahanan para pangeran Saudi yang tak ketahuan hingga kapan, juga membuat pendanaan luar negeri merasa ragu.

Kepala Keuangan Kingdom Holding, Mohammed Fahmy menolak berita tersebut. Menurutnya, perusahaannya belum menanda tangani komitmen pinjaman secara formal. "Bahkan perjanjian finansial belum final," kata Mohammed Fahmy.

Dalam dua pekan lalu, harga saham Kingdom Holding merosot hingga 19 persen, dan menghapuskan nilai saham hingga $ 1,9 miliar di pasar dunia. Reuters menyebutkan, kemerosotan itu terjadi karena Pangeran Al Walleed bin Talal, pemegang 95% saham Kingdom Holding, masih belum ketahuan nasibnya.

Delapan bankir Saudi dan bank-bank internasional menambahkan, transaksi lain yang melibatkan kliennya - baik yang ditahan maupun yang masih bebas, juga dibekukan. Sejumlah bank asing yang terlanjur memberi kredit ke sejumlah perusahaan Saudi, juga dikabarkan menaikkan bunganya lebih tinggi, bila hendak memberikan pinjaman baru ke Arab Saudi.

"Sektor korporasi masih didominasi oleh keluarga kerajaan," bunyi pernyataan badan peringkat bunga bank Moody. "Dan banyak perusahaan Saudi yang dimiliki para pangeran yang dibekukan akunnya, sehingga membuat kondisi keuangan makin runyam," lanjutnya.

Komentar

 
Embed Widget

x