Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:53 WIB

Dokumen Lebanon: Saudi Berniat Jalin Relasi Israel

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 15 November 2017 | 14:49 WIB
Dokumen Lebanon: Saudi Berniat Jalin Relasi Israel
(Foto: al-akhbar)
facebook twitter

INILAHCOM, Riyadh - Sebuah dokumen rahasia Departemen Luar Negeri Arab Saudi mengungkapkan Kerajaan Saudi berniat menghidupkan kembali Inisiatif Perdamaian 2002 dengan Israel.

Harian Lebanon Al Akhbar melaporkan Selasa (14/11/2017), dokumen itu juga berisi rencana pertemuan dan saling pengertian antara Saudi dengan Israel. Dalam dokumen yang bocor, setelah kunjungan Presiden Trump ke Timur Tengah, Mei lalu, menyebutkan Pemerintah Washington bersedia menjadi penghubung antara Saudi dan Israel.

Bahkan, dokumen yang ditanda tangani Menlu Saudi Adel al-Jubeir, juga menyebutkan kedua negara akan saling melakukan kunjungan persahabatan oleh para pejabat tingginya. Termasuk kunjungan Pangeran Mohammad bin Salam ke Tel Aviv.

Dokumen rahasia itu juga menyebutkan Saudi bersedia melakukan kompromi dengan cara mengakhiri dukungannya terbentuknya Negara Palestina. "Pemerintah Riyadh berupaya untuk menggalang dukungan melawan Iran dan Hezbollah," bunyi dokumen tersebut seperti ditulis Harian Al Akhbar. Kerajaan Saudi tidak bakal ambil resiko tinggi, bila tidak didukung AS yang dianggap mampu mendekati Iran.

Dokumen tersebut juga menuntut kerjasama intelijen yang intensif melawan organisasi kriminal dan perdagangan narkoba yang didukung Iran dan Hezbollah. Saudi juga diberitakan menuntut agar Israel menghapuskan program senjata nuklirnya, agar Inisiatif Perdamaian 2002 yang diprakarsai AS dapat terwujud.

Inisiatif Perdamaian atau dikenal Inisiatif Perdamaian Arab disebut-sebut menjadi dasar utama perdamaian antara Israel dan Palestina. Sejak diumumkan kembali oleh Presiden Trump, mendapat dukungan banyak pihak. Bahkan dilaporkan, tim Arab Saudi dan AS serta Israel mencari sebuah jalan keluar agar inisiatif tersebut dapat terlaksana.

Ada kabar lain yang menyebutkan Kerajaan Saudi menekan Pemerintahan Otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas untuk menerima Insitiatif Perdamaian AS tersebut. Hal itu dapat dilihat dari kunjungan mendadak Abbas ke Kerajaan Saudi, awal bulan ini.

Belum ada konfirmasi tentang kebenaran berita yang disiarkan Al-Akhbar. Banyak pihak menyatakan Lebanon sering menerbitkan berita bohong demi kepentingan Hezbollah dukungan Iran.

Komentar

 
x