Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:56 WIB

Michael Flynn Terlibat Upaya Culik Oposisi Turki

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 14 November 2017 | 13:58 WIB
Michael Flynn Terlibat Upaya Culik Oposisi Turki
Mike Flynn - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Dewan Khusus Robert Mueller tengah mengusut kasus penyuapan sebesar US$15 juta yang diterima Mike Flynn dan putranya, Michael Flynn Jr.

Harian The Wall Street Journal mengungkapkan Jumat (10/11/2017), uang pelicin itu diterima Mike Flynn dan putranya dari Pemerintah Turki untuk menangkap Fethullah Gulen. Nama yang terakhir ini adalah tokoh oposisi Turki yang tinggal di pengasingan di sebuah kota di Pennsylvania.

Setidaknya ada empat orang yang mengetahui pertemuan rahasia antara Flynn dengan sejumlah pejabat Turki. Pertemuan rahasia yang terjadi Desember 2016 itu, menyusun rencana penculikan Fethullah Gulen dari sebuah kota di Pennsylvania untuk dibawa ke Turki dan dijebloskan ke penjara di Kota Imrali, dengan sebuah pesawat jet khusus. Untuk itu, Pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikabarkan memberi dana sebesar $ 15 juta sebagai imbalan bagi Flynn.

Pertemuan Desember itu digelar sebagai pertemun lanjutan yang penah diadakan 19 September 2016. Dalam pertemuan September itu, pihak Turki diwakili oleh Berat Albayrak, menantu Erdogan yang menjadi Menteri energi Turki. Juga Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Dalam pertemuan kedua inilah, para pejabat Turki mendesak Flynn kemungkinan untuk menculik Fethullah Gulen.

Laporan Wall Street Journal itu dibantah oleh seorang jurubicara tim transisi Trump. "Kami tidak punya bukti apapun tentang pertemuan itu. Seandainya pertemuan itu ada, tapi tidak berlangsung selama masa transisi Trump," kata juru bicara yang tak disebut namanya. Pada Februari 2017, Michael Flynn mengundurkan diri sebagai penasehat keamanan Gedung Putih.

Rencana penculikan ini terbongkar saat Dewan Khussus Robert Mueller mengusut campur tangan Rusia dalam proses pemilu presiden AS 2016 silam. Bila rencana penculikan itu terbukti, maka sejumlah pejabat AS yang ikut dalam rencana itu, "Bisa dikenai hukuman berat, karena berkonspirasi untuk menculik Fethulah Gulen," ujar Patrick Cotter, seorang pengacara dari Chicago.

Dan hukuman bagi Michael Flynn bisa lebih berat lagi. "Dia bisa didakwa melanggar hukum anti mata-mata AS. Selain itu juga menerima penyuapan dalam jumlah tertentu dan menyalah gunakan brifing rahasia yang diterima di masa transisi Trump," kata Cotter menambahkan. "Jika anda agen rahasia asing yang dibayar oleh pemerintah asing, tanpa diketahui seorang pun, maka anda adalah mata-mata," tutur Patrick Cotter.

Komentar

 
x