Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 13:56 WIB

Saudi dan Kuwait Minta Warganya Tinggalkan Lebanon

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 11:40 WIB
Saudi dan Kuwait Minta Warganya Tinggalkan Lebanon
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Riyadh - Arab Saudi memerintahkan warganya untuk segera meninggalkan Lebanon dan sekaligus melarang bepergian ke sana. Langkah Arab Saudi itu diikuti oleh Kuwait beberapa jam kemudian.

Ketegangan antara Arab Saudi dan Libanon meningkat setelah Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri menyatakan pengunduran dirinya, Sabtu (4/11/2017), melalui pesan video dari Arab Saudi.

Dalam pernyataan, dia mengaku mengundurkan diri dengan alasan takut dibunuh dengan merujuk merujuk pada pembunuhan atas ayahnya, mantan PM Rafik al-Hariri pada 2005 lalu.

Namun, berbagai partai politik di Lebanon mendesak Hariri pulang karena yakin bahwa dia ditekan oleh Arab Saudi agar mengundurkan diri.

Sementara itu, Kepala Gereja Katolik Maronite di Lebanon, Patriarch Beshara, mengatakan akan pergi ke Arab Saudi pekan depan untuk bertemu dengan Hariri guna memecahkan krisis politik tersebut.

Banyak warga Lebanon yang khawatir negara mereka menjadi terlibat dalam konflik yang lebih luas antara Arab Saudi --yang didominasi oleh Sunni-- dengan saingannya Iran --yang merupakan Syiah.

Arab Saudi menuduh kelompok militan Lebanon, Hizbullah --yang mendapat dukungan dari Iran-- menembakkan rudal ke Arab Saudi dari Yaman pada Senin (6/11/2017) dan berhasil ditangkal.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan lain dari Hariri namun kantornya mengatakan dia sudah bertemu dengan beberapa diplomat asing di Riyadh.

Media resmi Arab Saudi mengutip seorang pejabat kementrian luar negeri yang menyatakan, "Disebabkan situasi di Republik Lebanon, kerajaan meminta warganya yang mengunjungi atau tinggal di Lebanon untuk segera pergi dan menyarankan warga tidak melakukan perjalanan ke sana."

BBC melaporkan, seruan Arab Saudi terbaru ini akan semakin meningkatkan ketegangan dengan Lebanon.

Sehari kemudian putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman menuduh Iran melakukan 'agresi militer langsung' dengan memasok rudal ke pemberontak Houthi di Yaman.

Iran telah membantah tuduhan Saudi dengan menyebutnya 'tidak benar dan berbahaya'.

Komentar

 
x