Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:52 WIB

Trump dan Putin Dijadwalkan Bertemu di Vietnam

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 9 November 2017 | 12:50 WIB
Trump dan Putin Dijadwalkan Bertemu di Vietnam
Vladimir Putin dan Donald Trump - (Foto: breitbart)
facebook twitter

INILAHCOM, Moscow - Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump saat kedua pemimpin negara itu menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Ekonomi Asia-Pasifik di Danang, Vietnam, Jumat (10/11/2017).

Majalah TIME melaporkan, kepastian itu disampaikan Yuri Ushakov, penasehat urusan luar negeri Putin. "Sejumlah hal penting akan dibicarakan oleh kedua pemimpin negara, dan kami siap untuk itu," kata Yuri Ushakov. Ia menambahkan di antara masalah penting termasuk juga tentang Perang Suriah, Nuklir Korea Utara dan program peluru kendali dan krisis hubungan bilateral antara AS dan Rusia dewasa ini.

Sementara itu, Dmitri Peskov, jurubicara Putin menyatakan para pejabat tinggi AS dan Rusia berupaya tengah mencari waktu, agar Presiden Trump dan Presiden Putin bisa bertemu empat mata. "Kemungkinannya cukup tinggi," kata Dmiti Peskov. Pihaknya menyatakan Putin telah mendiskusikan persiapan Pertemuan Puncak dengan Dewan Keamanan Kepresidenan Rusia, Rabu (8/11/2017).

Presiden Putin menyalahkan kelompok oposisi Trump di AS yang menghalangi niat Trump untuk memenuhi janjinya selama kampanye. Yakni, mendorong hubungan lebih baik antara Rusia dan AS. Rusia juga masih tetap membuka kesempatan bekerjasama dengan AS.

Keprihatinan yang sama juga disuarakan Menlu Rusia Sergey Lavrov. "Mungkin kami bisa mencapai kesepakatan bersama, tapi sayangnya mereka tiba-tiba menjadi elemen internal politik, dan memainkan permainan politis. Mereka malah membuat kehidupan dan aktivitas Presiden Trump jadi sulit," kata Lavrov dalam wawancara di televisi Rusia.

Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump bertemu pertama kali pada Juli 2017 saat menghadiri Pertemuan Puncak Grup 20 di Hamburg, Jerman. Sejak itu, hubungan kedua negara jadi tegang, setelah Kongres menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia, karena dicurigai campur tangan terhadap pemilu presiden AS 2016. Pemerintah Moskow mengusir sejumlah diplomat AS, dan Pemerintah Washington menutup kantor-kantor perwakilan Rusia di AS.

Komentar

 
x