Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 13:55 WIB

'Iran Lakukan Agresi Militer Langsung di Yaman'

Oleh : - | Rabu, 8 November 2017 | 08:15 WIB
'Iran Lakukan Agresi Militer Langsung di Yaman'
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman. - (ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Riyadh - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman menuding Iran telah melakukan 'agresi militer langsung' di Yaman dengan menyuplai rudal ke sejumlah kelompok milisi.

Tudingan Pangeran Mohammad tersebut mengacu pada serangan sebuah rudal yang diduga menyasar Ibu Kota Riyadh pada akhir pekan lalu oleh milisi Houthi yang beraliansi dengan Iran. Serangan itu dilaporkan berhasil digagalkan oleh angkatan udara Arab Saudi.

Milisi Houthi saat ini menguasai sebagian wilayah Yaman. Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi kini berupaya menghancurkan Houthi dalam sebuah peperangan yang sudah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan memicu bencana kemanusiaan di salah satu negara paling miskin di kawasan Timur Tengah tersebut.

Dukungan rudal Iran kepada Houthi adalah 'tindakan perang terhadap kerjaan', demikian tulis kantor berita Arab Saudi SPA yang mengutip Pangeran Mohammad pada Selasa (7/11/2017) dalam sebuah pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson.

Iran telah membatah keterlibatan mereka dalam serangan rudal pada akhir pekan lalu itu. Pemerintah Teheran menyebut tudingan Arab Saudi sebagai pernyataan 'provokatif dan destruktif'.

Saat ini, koalisi pimpinan Arab Saudi telah menutup semua jalur masuk dari udara, laut, maupun darat di Yaman untuk mencegah suplai rudal.

Sementara itu, PBB mendesak koalisi pimpinan Arab Saudi untuk membuka kembali jalur bantuan ke Yaman, dengan mengatakan bahwa makanan dan obat-obatan kini sangat dibutuhkan bagi 7 juta penduduk Yaman yang tengah menderita kelaparan.

"Situasinya sangat menyedihkan di Yaman, ini adalah krisis pangan terburuk yang kita hadapi pada masa ini," kata Jens Laerke dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Humaniter, di Jenewa, Swiss.

Sementara itu, lembaga hak azasi manusia Human Rights Watch mengatakan bahwa serangan rudal oleh Houthi 'sangat mungkin dikategorikan sebagai kejahatan perang', namun mereka juga mendesak Arab Saudi untuk tidak menutup akses bagi warga Yaman mengingat ada sekitar 900 ribu orang yang terinfeksi kolera di negara miskin itu.

"Serangan yang melanggar hukum perang ini tidak serta merta bisa membenarkan Arab Saudi untuk memperparah situasi di Yaman," kata Human Rights Watch.

Pihak koalisi sendiri berkilah dengan mengatakan bahwa para relawan kemanusiaan masih bisa keluar-masuk Yaman dengan bebas. Namun, PBB mengaku tidak memperoleh izin untuk dua penerbangan kiriman bantuan kemanusiaan pada Senin lalu (6/11/2017).

PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan lain sering mengkritik pihak koalisi karena memblokir akses bantuan ke wilayah utara Yaman yang diduduki oleh Houthi. [ikh]

Komentar

 
x