Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 06:12 WIB

Dalam Lawatannya ke China

Trump dan Keluarga Akan Kunjungi Kota Terlarang

Oleh : - | Rabu, 8 November 2017 | 07:55 WIB
Trump dan Keluarga Akan Kunjungi Kota Terlarang
Mantan Presiden AS Barack Obama saat berkunjung ke Kota Terlarang, pada 17 November 2009. - (Xinhua)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Forbidden City atau Kota Terlarang di Beijing akan terbuka bagi keluarga inti Presiden AS Donald Trump saat melakukan kunjungan ke Ibu Kota China itu.

"Kota Terlarang pada malam pertama kunjungan (Rabu, 8/11/2017) akan menerima keluarga inti Presiden China dan Presiden AS. Saya yakin itu sangat pribadi dan istimewa," kata Duta Besar AS untuk China, Terry Branstad, seperti dilansir Xinhua.

Dia pun menjelaskan alasan dipilihnya Kota Terlarang sebagai tempat istimewa Trump dan keluarganya dalam kunjungan mereka ke Negeri Tirai Bambu itu pada Rabu hingga Jumat (10/11/2017) itu.

Menurut Branstad, Kota Terlarang memiliki sejarah panjang dan merupakan tempat penting di China. Orang-orang ingin belajar banyak tentang sejarah China, dan sejarah itu ditemukan di Kota Terlarang

Meski akan ditutup untuk umum pada Rabu, Kota Terlarang masih terlihat ramai pada Selasa (7/11/2017), namun terlihat penjagaan dari polisi yang mulai diperketat.

Beberapa pengunjung menyadari penutupan tersebut karena untuk menghormati kunjungan Presiden AS.

"China merupakan negara yang menjunjung tinggi kesopanan sehingga rakyat memahami (penutupan itu). Kami berharap China dan AS akan menjaga persahabatan dan tidak terlibat konflik," kata Wang, salah satu pengunjung asal Provinsi Shanxi, seperti dikutip Global Times.

"Ini kunjungan kedua saya ke China dan saya anggap Kota Terlarang merupakan simbol terbesar budaya China. Saya pikir perbedaan budaya dan bahasa bukan hambatan bagi China dan AS. Sebaliknya, kedua negara harus bekerja sama dan belajar satu sama lain, khususnya dalam ranah global," timpal Caroline, wisatawan asal AS.

Kunjungan Trump tercatat sebagai kunjungan kepala negara pertama yang dilakukan setelah Kongres ke-19 Partai Komunis China.

Wakil Menteri Luar Negeri China Zheng Zeguang mengatakan bahwa Trump dan keluarganya akan diperlakukan sebagai tamu negara khusus.

Kerja sama perdagangan dan isu Semenanjung Korea diyakini akan menjadi topik utama dari pertemuan antara Presiden AS dan Presiden China. [ikh]

Komentar

 
Embed Widget

x