Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 April 2018 | 02:40 WIB
 

Thailand Tangkapi Pengungsi Pakistan dan Somalia

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 7 November 2017 | 13:42 WIB
Thailand Tangkapi Pengungsi Pakistan dan Somalia
(Foto: revivenation)

INILAHCOM, Bangkok - Kelompok relawan pengamat pengungsi asing, Fortify Rights, menuntut Pemerintah Thailand melepaskan 35 pengungsi Pakistan dan Somalia yang terkena operasi penggrebegan pekan lalu.

Harian Thailand, The Nation mengabarkan Senin (6/11/2017) 19 di antaranya terdiri dari anak-anak, termasuk 4 di antaranya bocah Somalia tanpa orang tua. Padahal menurut Fortify Rights, mereka adalah pengungsi resmi yang mengantongi dokumen yang dikeluarkan Badan Pengungsi PBB, UNHCR, saat mereka ditahan polisi Bangkok pada 21 Oktober 2017 lalu. "Para bocah itu ditangkap dengan tuduhan sebagai pendatang gelap," tutur Amy Smith, Direktur Fortify Rights.

Lebih lanjut, Amy Smith menjelaskan bahwa mereka adalah pemohon suaka atau Asylum Seekers. "Mereka melarikan diri dari persekusi di negaranya sehingga mereka bukan pendatang gelap dan menyalahi hukum Thailand," kata Amy Smith.

Thailand menjadi tempat tujuan para pengungsi karena dianggap sebagai salah satu negara Asia Tenggara yang tidak memiliki tapal batas yang jelas. Thailand juga tidak mengharuskan imigran mengantongi visa dan sangat toleran terhadap agama sehingga menjadi tempat tujuan para pengungsi yang melarikan diri dari penyiksaan di negaranya.

Karena itulah, Pemerintahan PM Prayut Chan-o-cha, tidak membedakan antara pengungsi dengan imigran ilegal, sehingga para pengungsi politik dapat ditahan dan dideportasi, selama menunggu dokumen resmi dari UNHCR. Mereka digaruk petugas imigrasi dan dijebloskan ke penjara-penjara umum, dalam waktu tak terhingga. Meski begitu, Thailand memberikan fasilitas bagi 7 ribu kasus pengungsi di sejumlah lokasi di Thailand.

Komentar

 
Embed Widget

x