Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:39 WIB

Trump Kutuk Penembakan Massal di Gereja Texas

Oleh : - | Senin, 6 November 2017 | 11:30 WIB
Trump Kutuk Penembakan Massal di Gereja Texas
Presiden AS Donald Trump. - (ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Tokyo - Presiden AS Donald Trump mengutuk keras apa yang digambarkannya sebagai 'penembakan mengerikan' dan menjanjikan dukungan penuh pemerintah federal setelah sedikitnya 27 orang tewas dalam pembantaian di sebuah gereja di Texas.

"Tindakan keji ini terjadi saat korban dan keluarga mereka berada di tempat ibadah mereka. Hati kami hancur," kata Trump, Senin (6/11/2017) di Tokyo, Jepang.

"Kami bersatu, kami bergandengan tangan... melewati air mata dan kesedihan kita berdiri teguh," lanjut Trump di hadapan para pengusaha di hari kedua kunjungan kenegaraannya di Asia.

Baca juga: Penembakan Massal di Gereja Texas, 27 Tewas

Seorang pria bersenjata menyerbu sebuah gereja di Sutherland Springs, Wilson County, Texas, saat ibadah Minggu pagi (5/11/2017) dan menewaskan sedikitnya 27 orang.

Terduga pelaku penembakan, yang motifnya belum diketahui, berpakaian serba hitam dan mengenakan rompi balistik menurut keterangan pihak berwenang.

Meski para pejabat tidak mengungkapkan identitas tersangka, beberapa media mewartakan bahwa pelaku bernama Devin Patrick Kelley (26), menambahkan bahwa dia dipecat secara tidak hormat dari Angkatan Udara. Dia ditemukan tewas usai serangan itu.

Baca juga: Inilah Pelaku Penembakan Massal di Gereja Texas

Trump berjanji pemerintahannya akan memberikan 'dukungan sepenuhnya kepada negara bagian Texas dan seluruh otoritas setempat yang menyelidiki kejahatan mengerikan ini'.

"Kita tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata derita dan kedukaan yang kita rasakan," tucap Trump sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, mencuit menyampaikan 'belasungkawa mendalam', seraya mengatakan, "Saya ingin menyampaikan solidaritas tulus bagi rakyat AS selama masa sulit ini."

Komentar

 
x