Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 06:14 WIB

Presiden China Kirim Pesan kepada Kim Jong-un

Oleh : - | Jumat, 3 November 2017 | 10:17 WIB
Presiden China Kirim Pesan kepada Kim Jong-un
(dailystar.co.uk)
facebook twitter

INILAHCOM, Pyongyang - Presiden China Xi Jinping mengirimkan pesan singkat kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, menurut siaran kantor berita pemerintahan Pyongyang, KCNA, pada Kamis (2/11/2017).

Komunikasi publik pertama Xi dengan pemimpin negara tetangga Korea Utara dalam lebih dari satu tahun itu mengisyaratkan kemungkinan perbaikan hubungan mereka, yang memburuk karena ambisi senjata Pyongyang bahkan meski Beijing merupakan sekutu lama dan penyumbang ekonomi negara itu.

Pesan Xi, yang tertanggal Rabu (1/11/2017), dikirim sebagai respons atas ucapan selamat dari Kim pekan lalu setelah Xi berhasil mengamankan masa jabatan kedua sebagai ketua partai berkuasa China.

"Saya berharap bahwa di bawah situasi baru pihak China akan melakukan upaya dengan pihak Korea Utara untuk mempromosikan hubungan antara kedua negara menuju kondisi baik yang berkelanjutan dan perkembangan yang stabil," kata Xi.

Dalam pesan sebelumnya, Kim telah menyampaikan 'ucapan selamat yang tulus' kepada Xi dan menyatakan keyakinan bahwa hubungan mereka akan berkembang 'untuk kepentingan rakyat kedua negara'.

KCNA terakhir kali melaporkan pesan dari Xi adalah pada Juli 2016.

Para analis mengatakan aktivitas saling mengirim pesan seperti itu menjadi sangat langka di bawah kepemimpinan saat ini, meski Beijing dan Pyongyang secara tradisional berkirim pesan dan ucapan selamat kepada masing-masing saat perayaan hari nasional di masa lalu.

Profesor Yang Moo-jin dari University of North Korean Studies di Seoul, Korea Selatan, mengatakan bahwa pertukaran pesan publik mengisyaratkan keinginan kedua pihak untuk memperbaiki hubungan.

"Fakta bahwa kedua pihak dengan cepat bertukar surat dan mengumumkannya membawa makna simbolis," kata Yang kepada kantor berita AFP.

"Kalau pesannya lebih intim, kami bisa memperkirakan hubungan keduanya akan lebih cepat mencair. Tapi sekarang, itu menunjukkan kedua pihak menyepakati kebutuhan untuk memperbaiki hubungan mereka," imbuhnya.

Komentar

 
Embed Widget

x