Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 13:53 WIB

Latihan Keselamatan Maritim Digelar ASEAN & China

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 2 November 2017 | 12:56 WIB
Latihan Keselamatan Maritim Digelar ASEAN & China
(Foto: XINHUA)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Sebuah latihan tentang maritim dan keselamatan di laut digelar bersama oleh Pemerintah China dengan anggota Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, Selasa (31/10/2017).

Channel New Asia mengabarkan, latihan bersama itu diikuti oleh China, Thailand, Filipina, Kamboja, Myanmar, Laos dan Brunei. Sedangkan negara Indonesia dan Vietnam tidak ikut serta dalam latihan tersebut. Sebanyak seribu regu penyelamat ikut serta dalam latihan bersama tersebut, dan melibatkan 20 kapal serta tiga helikopter. Simulasi dilakukan untuk menyelamatkan sebuah kapal penumpang China dengan kapal kargo milik Kamboja di Provinsi Guangdong, China.

Latihan tersebut digelar sesuai hasil pertemuan antara menteri pertahanan China dengan menteri pertahanan Singapura. Seperti diketahui, menteri pertahanan ASEAN melakukan pertemuan ke-11 di Filipina bulan lalu.

Banyak pihak merasa heran dengan kerjasama yang dilakukan sejumlah negara ASEAN dengan China itu. Sebab, mereka masih saling bersengketa tentang gugusan pulau-pulau di Laut China Selatan. China bersikeras bahwa seluruh kawasan Laut China diakui sebagai milik mereka, dan diam-diam membangun pangkalan militer pasukan udara, di dua pulau yang dibangun di Laut China Selatan.

Ketegangan hubungan berlangsung antara China dengan sejumlah negara ASEAN. Bahkan konfrontasi antara kapal-kapal nelayan China dan ASEAN sering terjadi, akibat perebutan wilayah perairan di kawasan Laut China Selatan. Tahun lalu, Pengadilan Tribunal PBB memenangkan Filipina dan mementahkan klaim China terhadap sejumlah pulau.

Namun belakangan ini, ketegangan itu sirna dan membiarkan klaim China. Bahkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak menggunakan keputusan PBB itu untuk negaranya. Presiden Duterte dikabarkan juga melunakkan kebijaksanaan pendahulunya, dengan imbalan mendapatkan bantuan miliaran dolar dari kerjasama perdagangan dan investasi di Filipina. Sebaliknya Vietnam masih tetap bersikeras dengan sikapnya.

Juni lalu, Vietnam tiba-tiba membatalkan pertemuannya dengan seorang jenderal China. Padahal, pertemuan itu membicarakan perbatasan kedua negara. Masing-masing pihak meminta pertemuan dijadwalkan kembali. Entah kapan.

Tags

Komentar

 
x