Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 17:43 WIB
 

Dua Jenazah Pakistan Ketinggalan di Bandara JFK

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 2 November 2017 | 11:40 WIB
Dua Jenazah Pakistan Ketinggalan di Bandara JFK
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Islamabad - Maskapai Penerbangan Pakistan International Airlines, PIA menyatakan maaf setelah dua jasad tertinggal di Bandara New York, yang seharusnya diterbangkan ke Lahore, Pakistan.

Harian The Nation mengabarkan Rabu (1/11/2017), "Pihak PIA menyesalkan peristiwa yang tidak mengenakkan bagi pihak keluarga," tutur seorang juru bicara PIA. "Kami bersimpati bersama anggota keluarga yang meninggal dunia," sambung juru bicara itu. Sementara itu, Direktur Utama PIA Nasir Ali memerintahkan agar kasus ini diselidiki.

Peristiwa itu terjadi Sabtu pekan lalu, saat maskapai penerbangan itu bersiap-siap meninggalkan AS menuju Lahore lewat Manchester, Inggris. Mungkin karena teledor, jasad warga Pakistan bernama Nasir Ali yang seharusnya diangkut menuju Lahore, ternyata ketinggalan di Bandara John F Kennedy, New York. Demikian juga yang dialami jasad lain bernama Nauman Badar. Pihak keluarga menunggu lama, namun jenazah keduanya tidak muncul. Baru ketahuan bahwa keduanya tertinggal di AS.

Jasad Nasir Ali akhirnya diterbangkan oleh Maskapai Penerbangan Etihad Airways ke Lahore, sedangkan pihak keluarga Namuan Badar memutuskan untuk memakamkan jasad kerabatnya itu di Maryland, AS.

Pakistan International Airways pernah menjadi maskapai penerbangan global paling kondang hingga tahun 1970-an. Namun karena negara tersebut mengalami sejumlah masalah dan terbelit utang miliaran dolar, maskapai penerbangan itu terpuruk namanya dan layanannya pun terbilang asal-asalan.

Penerbangan domestik kerap kali tertunda keberangkatannya, apabila ada pejabat tinggi yang terlambat tiba. Sejumlah oknum maskapai penerbangan negara dunia ketiga, biasanya menjadi tikus bandara dan berhasil menggerogoti tas penumpang dan mencuri barang-barang berharga. Bahkan, banyak di antara mereka yang menyelundupkan narkoba atau pesawat iPhone dalam kopor penumpang.

Tahun lalu, dua karyawan maskapai penerbangan Pakistan terbunuh dalam aksi demonstrasi di Bandara Karachi. Aksi unjuk rasa itu digelar karena ada kabar maskapai penerbangan nasional dibeli pihak swasta. Pada 2013, salah seorang pilot dipenjara sembilan bulan di Inggris karena kedapatan mabuk sebelum menerbangkan pesawat berpenumpang 156 orang dari Leeds, Inggris menuju Islamabad, Pakistan.

Tags

Komentar

Embed Widget

x