Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:37 WIB

Rusia Akan Membangun Pangkalan AL di Pulau Kuril

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 27 Oktober 2017 | 10:45 WIB
Rusia Akan Membangun Pangkalan AL di Pulau Kuril
(Foto: veteranstoday)
facebook twitter

INILAHCOM, Moskow - Rusia tengah bersiap-siap membangun pangkalan angkatan laut di salah satu Kepulauan Kuril, gugusan kepulauan di Laut Pasifik yang masih menjadi sengketa dengan Jepang.

Newsweek mengabarkan, hal itu ditegaskan Senator Franz Klintsevich, Kamis (26/10/2017). "Keputusan telah diambil," kata Klintsevich, wakil ketua komisi Pertahanan dan Keamanan Senat Rusia kepada kantor berita Rusia Interfax. "Kini sudah tahap realisasi," sambungnya. Klintsevich menambahkan, pembangunan itu tinggal disahkan secara konstitusional saja.

Senator Rusia itu tidak merinci, pulau mana dari gugusan Kepulauan Kuril yang akan dijadikan pangkalan angkatan laut. Mengingat Kepulauan Kuril membentang dari Timur Rusia dan Utara Jepang melintasi Laut Okhotsk, dan masih menjadi sengketa antara Rusia dan Jepang.

Empat pulau di utara gugusan yang menjadi wilayah Jepang, direbut Tentara Merah Rusia dalam Perang Dunia II. Penduduk asli Ainu dideportasi dan Rusia tetap memegang kendali kawasan yang terletak tak jauh dari Pantai Hokkaido.

Tahun lalu, Rusia meluncurkan latihan militer yang melibatkan 3.500 personil militer. Latihan militer itu diyakini sebagai langkah awal penempatan pasukan Rusia di kawasan tersebut. Tahun 2015 lalu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyatakan militer Rusia tengah membangun konstruksi kawasan militer di Pulau Iturup dan Kunashir, di antara gugusan Kepulauan Kuril tersebut. "Namun pangkalan militer kawasan Pasifik masih berada di Vladivostok," kata Sergei Shoigu.

Di tengah krisis nuklir Korea Utara dan sengketa Laut China Selatan oleh China dan negara-negara Asia Tenggara, Rusia tampaknya hendak menguasai Lautan Pasifik. Angkatan bersenjata Rusia tengah melakukan latihan militer bersama India dekat Vladivostok, sementara dua kapal perang Rusia melakukan pelayaran selama empat bulan di Pasifik. Langkah itu dimaksudkan agar dunia tahu bahwa Angkatan Laut Rusia berada di Samudra Pasifik.

Tags

Komentar

 
x