Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:46 WIB

Bukti Baru Ungkap Trump Berkoalisi dengan Rusia

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 26 Oktober 2017 | 13:15 WIB
Bukti Baru Ungkap Trump Berkoalisi dengan Rusia
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Alexander Nix, salah satu anggota tim kampanye Donald Trump, diminta menghubungi Julian Assange, pendiri Wikipedia untuk mencarikan 33 ribu surat elektronik Hillary Clinton yang hilang.

The Daily Beast mengabarkan Rabu (25/10/2017), Alexander Nix, direktur perusahaan data Cambridge Analytica, yang disewa tim sukses Trump, mengaku pernah menghubungi Assange. Sumber lain mengungkapkan, Alexander Nix bukan hanya diminta mencarikan puluhan ribu surat elektronik Hillary, tetapi juga mencari tahu kolusi antara Donald Trump dengan Rusia, yang tengah diusut tim Kongres AS. "Nix bersedia mengungkapkan 33 ribu surat Hillary, apabila bukti kolusi itu diberikan padanya," ujar salah satu sumber di Kongres AS.

Harian The Daily Beast mengaku, bila Nix terbukti benar, maka hal itu merupakan bukti kuat bahwa Trump memang berkolusi dengan Rusia. Atau setidaknya ada upaya berkolusi antara Trump dan Rusia.

Sebuah bukti yang menunjukkan bahwa Nix benar diminta tim kampanye Trump, terjadi pada saat Konvensi Nasional Demokrat tahun lalu. Pada waktu itu masalah 33 ribu email Hillary menjadi topik utama dalam konvensi tersebut. Trump yang sudah tak sabar itu, menggelar konperensi pers di Florida dan secara terang-terangan meminta para peretas Rusia untuk mencari surat elektronik Hillary itu.

"Jika kalian mendengarkan, wahai para peretas Rusia. Saya berharap kalian dapat menemukan 30 ribu email Hillary yang hilang. Kalian akan dipuji oleh pers dan wartawan," tambah Trump.

Sementara itu, Julian Assange mengakui bahwa pihaknya didekati Cambridge Analytica, tapi tawaran itu kami tolak. "Saya lebih baik bekerja sendiri tanpa bantuan anda untuk mencari surat elektronik Hillary itu," kata Assange menirukan jawabannya kepada Alexander Nix.

Namun, pernyataan Assange itu dibantah oleh kubu Republik. Seorang ahli strategis digital Republik mengatakan bahwa berita itu tak kredibel sama sekali. "Banyak rekaman dan contoh bahwa pernyataan itu tidak benar sama sekali," kata ali strategis digital yang pernah bekerja dengan Alexan Nix. "Seandainya hal itu benar, saya tidak mungkin menghubungi Assange," tuturnya.

Tags

Komentar

 
x