Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:40 WIB

Trump Cabut Larangan Masuk Pengungsi Muslim

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 25 Oktober 2017 | 14:54 WIB
Trump Cabut Larangan Masuk Pengungsi Muslim
(Foto: businessinsider)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Larangan masuk ke AS yang pernah diterapkan bagi para pengungsi dari 11 negara Muslim, telah dicabut Presiden Trump lewat perintah eksekutif yang dikeluarkan Selasa (24/10/2017).

The Guardian mengabarkan, dalam perintah eksekutif itu disebutkan pula bahwa kebijaksanaan baru tersebut akan dievaluasi lagi dalam tiga bulan ke depan. Pihak Gedung Putih menolak merinci pengungsi dari negara mana saja diizinkan kembali masuk ke AS. "Setiap pemohon dari negara-negara itu akan dipertimbangkan secara per kasus," tutur seorang pejabat Gedung Putih.

Perintah eksekutif Trump itu juga menunda sebuah program yang intinya mengizinkan sanak keluarga berkumpul kembali bersama para pengungsi yang tinggal di AS. Namun penundaan itu juga akan dilanjutkan lagi setelah ditelaah dan ada peninjauan secara lebih detil.

Bulan lalu, Trump mengeluarkan larangan masuk bagi imigran yang datang dari Chad, Iran, Libya, Korea Utara, Somalia, Suriah, Venezuela dan Yaman. Namun larangan yang berdasarkan perintah eksekutif Trump itu, untuk sementara ditangguhkan oleh hakim distrik Washington DC, beberapa jam sebelum diberlakukan.

AS membantah tuduhan bahwa Pemerintahan Trump memang berniat menerapkan diskriminasi terhadap warga dari Negeri Muslim. Para pengecam Trump menilai langkah pemimpin AS itu masih tetap dilakukan terhadap penduduk dunia yang membutuhkan bantuan.

"Ini bakal berlangsung beberapa bulan ke depan, terutama para pengungsi yang terdiri dari kaum wanita dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan solusi," tutur Jennifer Sime, wakil presiden program AS dari Komisi Penyelamat Internasional.

"Di saat dunia menghadapi konflik brutal seperti di Suriah dan aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya, maka perikemanusiaan dunia tengah diuji. Juga moral para pemimpin, dan kemampuan untuk menengok kembali pengalaman pahit di masa silam," lanjutnya.

Tidak jelas, 11 negara Muslim mana saja yang dimaksudkan. Maklum di akhir 2016, AS melakukan saringan ketat bagi para pendatang dari berbagai negara. Yakni dari Mesir, Iran, Irak, Libya, Mali, Korea Utara, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Suriah dan Yaman, juga warga Palestina yang bermukim di negara-negara tersebut.

Komentar

 
x