Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 00:48 WIB

PBB dan UE Beri Bantuan ke Pengungsi Rohingya

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 24 Oktober 2017 | 13:17 WIB
PBB dan UE Beri Bantuan ke Pengungsi Rohingya
(Foto: thehindu)
facebook twitter

INILAHCOM, Geneva - Sejumlah negara dan badan donor internasional bersepakat untuk memberikan sumbangan bernilai total US$234 juta untuk membantu 600 ribu pengungsi Rohingya yang meninggalkan Myanmar ke Bangladesh, sejak dua bulan terakhir.

Associated Press mengabarkan Senin (23/10/2017) kesepakatan itu dicapai badan bantuan PBB yang menggelar konferensi sehari. Konferensi yang dimotori para anggota Uni Eropa (UE) dan Kuwait tersebut, melakukan langkah penting dalam pertemuan itu. Yakni, mengumpulkan dana bantuan sebesar US$434 juta kepada pengungi Rohingya hingga Februari 2018 nanti. Sebagai langkah awal, Konferensi sehari itu menjamin akan memberikan bantuan sebesar US$116 juta.

Mark Lowcock, Kepala Dana Bantuan Urusan Kemanusiaan PBB, OCHA menjelaskan bahwa bantuan awal yang akan diberikan berjumlah US$340 juta. Sementara itu Juru Bicara OCHA, Vanessa Huguenin menegaskan bahwa dana bantuan itu tidak seluruhnya diberikan kepada pengungsi Rohingya. Beberapa di antaranya untuk membantu Palang Merah Internasional atau program bilateral di luar PBB, tulisnya dalam surat elektroniknya.

Kepada para anggota PBB yang hadir di Konperensi Sehari itu, Lowcock menyatakan bahwa para pengungsi Rohingya di Bangladesh menghadapi "Mimpi buruk kemanusiaan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia," katanya. Fokus utama dari konferensi tersebut, adalah memobilisasi sejumlah sumber daya untuk menyalamatkan jiwa pengungsi dan melindungi mereka dari aksi kekerasan yang dilakukan kelompok militer Myanmar.

Badan pengungsi PBB, UNHCR memperkirakan tercatat 603 ribu orang mengungsi ke Bangladesh, sejak militer Myanmar melancarkan aksi pembersihan dan kekerasan terhadap warga Rohingya pada 25 Agustus 2017 lalu. Sekitar separuh dari jumlah pengungsi itu adalah anak-anak.

Pihak militer Myanmar melancarkan pemerkosaan dan pembakaran rumah-rumah warga Rohingya di desa-desa. Namun ketua dewan penasehat Myanmar Aung San Suu Kyi membantah dengan menyatakan bahwa hal itu dilakukan untuk membasmi warga Muslim militan di antara warga Rohingya.

Komentar

 
x