Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 13:52 WIB

Kaisar Akihito Akhiri Tahta Pada Maret 2019

Oleh : Binar M P | Jumat, 20 Oktober 2017 | 19:25 WIB
Kaisar Akihito Akhiri Tahta Pada Maret 2019
Kaisar Jepang Akihito - (Foto: istimewa)
facebook twitter


INILAHCOM,Tokyo - Kaisar Jepang Akihito kemungkinan mengakhiri tahtanya pada akhir Maret 2019, dan Putra Mahkota Naruhito diperkirakan menggantikannya pada April 2019.

Peristiwa tersebut menjadi kali pertama pelepasan tahta oleh raja Jepang dalam hampir dua abad, demikian laporan surat kabarAsahipada Jumat, layaknya dikutip kantor berita Reuters.

Pemerintah Jepang dalam tahap penyelesaian jadwal, catatAsahi Shimbundengan mengutip beberapa sumber.

Kaisar Ahikito yang berusia 83 tahun, yang telah menjalani bedah jantung dan pengobatan untuk kanker prostat, dalam sambutan umum pada tahun lalu menjelaskan mengenai usianya, dan dikhawatirkan menyulitkan dalam memenuhi tugasnya.

Ia akan digantikan Naruhito yang berusia 57 tahu, dan akan menjadi zaman baru kepemimpinan kekaisaran mulai 1 April 2019.

Waktu yang sudah dijadwalkan tersebut diharapkan akan mengurangi tekanan pada masyarakat menuju perubahan pemerintahan kekaisaran baru dari Era Heisei yang dimulai pada 1989, setelah kematian Kaisar Hirohito.

Selain itu, Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang menginginkan masa transisi berlangsung pada musim semi 2019 karena banyak acara ritual dijadwalkan akan dilaksanakan keluarga kekaisaran di musim gugur dan musim dingin, kata laporan yang dikutipAsahi Shimbun.

Akihito merupakan kaisar Jepang pertama yang tidak pernah dianggap sebagai keturunan Dewa Matahari, dan ia selama puluhan tahun telah berjuang untuk mengobati luka masyarakat akibat Perang Dunia II, baik di dalam dan luar negeri yang menderita akibat perang mengatasnamakan ayahnya, Kaisar Hirohito.

Dalam ucapan tertulis ulang tahun ke 83, Permaisuri Michiko mengatakan bahwa kemungkinan perjalanannya dengan Kaisar Ahikito di tahun ini ke seluruh Jepang kemungkinan akan menjadi yang terakhir, serta sangat emosional.

Permaisuri juga mengatakan bahwa "merasakan kedamaian tidak terukur sehingga Akihito dapat beristirahat dan menghabiskan masa tenang setelah bertahun-tahun menjadi Kaisar Jepang."

Komentar

 
x