Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 13:54 WIB

Filipina Masih Buru Pentolan ISIS dari Malaysia

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 18 Oktober 2017 | 13:11 WIB
Filipina Masih Buru Pentolan ISIS dari Malaysia
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Manila - Pemerintah Filipina tengah memburu Mahmud Ahmad, warga Malaysia yang diduga menjadi penyandang dana dan perekrut anggota ISIL di kawasan Asia Tenggara.

The Telegraph mengabarkan Selasa (17/10/2017), hal itu diungkapkan Sidney Jones. "Bukan hanya warga Indonesia dan Malaysia saja yang dikontak Dr. Mahmud. Tapi juga warga Bangladesh di Malaysia untuk bergabung bertempur di Mindanao, Filipina," ujar Sidney Jones, Direktur Institute Analisa Kebijaksanaan dan Konflik, IPAC.

Sampai kini, Mahmud Ahmad yang disebut sebagai tokoh ISIS paling penting di Asia Tenggara tak diketahui di mana. Pada tahun 2014, Pemerintah Malaysia menjadikan Mahmud dalam daftar pencarian orang, DPO setelah bergabung dengan kelompok teroris Hapilon pimpinan Abu Sayyaf. "Dia diperkirakan masih berada di wilayah pertempuran dengan warga Indonesia dan Malaysia," kata Jenderal Eduari Ano, Kepala Angkatan Bersenjata Filipina.

Namun, Kepala Staf Anti-teroris Malaysia, Ayob Khan Mydin Pitchay menyebutkan, "Mahmud Ahmad diam-diam meninggalkan Kota Malawi ke daerah lebih aman bersama pengikutnya,"kata Ayob Khan. Janji pihak militer Filipina untuk menjadikan para teroris sebagai sasaran utama belum mampu meyakinkan penduduk Marawi. Bahkan banyak di antaranya yang kehilangan tempat tinggal gara-gara penyerbuan oleh pihak militer Filipina.

"Kami khawatir para teroris merencanakan penyerbuan balasan, setelah tewasnya Isnilon Hapilon dan Omar Maute, dua pimpinan ISIL di Marawi," tutur Ali Hussein Datuharon, pegawai negeri di Kota Marawi. "Mungkin mereka menyebar ke Basilan, yang menjadi kunci bagi Hapilon. Atau mungkin kota lainnya," sambung Ali Hussein.

Mahmud Ahmad, 39 tahun menyabet gelar doktor di bidang Studi Agama dan pernah bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi Kuala Lumpur. Mahmud kemudian meneruskan pendidikan agama di Universias Islam Islamabad, Pakistan pada akhir tahun 1990-an dan menjalani latihan di kamp Al Qaida, Afghanistan. Pada tahun 2000, Mahmud menulis buku tentang jihad di bawah nama samaran Abu Handzalah, sambil mengajar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Komentar

 
x