Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 11:38 WIB

AS Nyatakan Keluar dari UNESCO

Oleh : Binar mp | Jumat, 13 Oktober 2017 | 15:35 WIB
AS Nyatakan Keluar dari UNESCO
(Foto: The Irish Times)
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Amerika Serikat mengatakan pihaknya menarik diri dari UNESCO, dengan menuduh organisasi tersebut "anti-Israel".

"Mengambil keputusan ini tidak mudah, dan mencerminkan perhatian Amerika atas penunggakan pembayaran utang UNESCO, pentingnya reformasi mendasar dalam organisasi tersebut, dan berlanjutnya bias anti-Israel UNESCO," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Heather Nauert dalam pernyataannya.

"Amerika mengisyaratkan kepada Direktur Jendral UNESCO keinginannya untuk tetap terlibat dalam UNESCO sebagai negara pengamat yang bukan anggota untuk memberi sumbangan," tambah pernyataan itu.

Pengunduran diri Amerika akan berlaku pada tanggal 31 Desember 2018, demikian ditegaskan Departemen Luar Negeri Amerika.

Beberapa jam kemudian, Israel mengumumkan, pihaknya juga akan keluar dari keanggotaan organisasi PBB itu.

"Perdana Menteri menginstruksikan kepada Departemen Luar Negeri untuk mempersiapkan penarikan Israel dari organisasi tersebut, bersama dengan Amerika," menurut pernyataan yang dikeluarkan kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyambut gembira keputusan Presiden Trump itu. "Ini merupakan keputusan berani dan bermoral karena UNESCO telah menjadi panggung yang absurd dan alih-alih melestarikan sejarah, (UNESCO) mendistorsi sejarah."

UNESCO, Organisasi Pendidikan, Ilmiah dan Budaya PBB, menyesalkan keputusan Amerika itu.

"Setelah menerima pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Amerika, Rex Tillerson, saya sebagai Direktur Jenderal UNESCO, ingin menyatakan penyesalan mendalam terhadap keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari UNESCO," kata Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova dalam pernyataannya.

Amerika membatalkan kontribusi anggaran yang lumayan besar bagi UNESCO tahun 2011 sebagai protes atas suatu keputusan untuk memberi keanggotaan penuh bagi Palestina, demikian VOA melaporkan.

Komentar

 
Embed Widget

x