Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 22:06 WIB

Presiden Duterte Ancam Usir Para Diplomat Eropa

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 13 Oktober 2017 | 11:59 WIB
Presiden Duterte Ancam Usir Para Diplomat Eropa
Presiden Filipina Rodrigo Duterte - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan mengusir seluruh diplomat Uni Eropa dan memberi waktu 24 jam untuk hengkang dari Filipina.

The New York Times mengabarkan Kamis (12/10/2017), ancaman diungkap Duterte karena kesal negara-negara itu mengecam aksinya memerangi penjahat narkoba. "Kalian pikir kami ini orang-orang sinting di sini?" kata pemimpin Filipina itu dalam salah satu pidatonya di istana kepresidenan. "Karena kami bisa menutup jalur diplomatik esok hari, maka kalian meninggalkan negeri ini dalam waktu 24 jam. Semua. Kalian semua deh!" sambungnya.

Kekesalan Duterte terjadi sesudah kunjungan sebuah kelompok hak asasi manusia, termasuk sejumlah anggota parlemen Eropa ke Filipina pekan lalu. Mereka menyarankan agar Uni Eropa memperketat kerjasama ekonomi dengan Filipina karena alasan hak-hak asasi manusia. Gara-gara itulah, Duterte pun naik pitam dan mengeluarkan ancaman. Malah Presiden Duterte mengungkapkan bila hubungan dagang dengan Uni Eropa berdampak buruk, maka Filipina akan meningkatkan perdagangan dengan China dan Rusia.

Menghadapi hal itu, Uni Eropa mengaku bahwa pernyataan yang dikeluarkan delegasi di Manila itu, bukan mencerminkan sikap EU. "Perjalanan itu diorganisasi oleh Progressive Alliance, dan bukan misi kenegaraan," bunyi pernyataan resmi EU. Organisasi yang terdiri dari sejumlah negara Eropa itu tak lupa mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Filipina "Masih tetap berlangsung dan berfungsi normal," kata salah satu juru bicaranya.

Menghadapi ini, para pengamat politik menanggapi dingin. Richard Javad Heydarian, profesor ilmu politik De La Selle University di Manila mengatakan, Duterte terlalu reaktif dan tidak akan ada apa-apa. "Hubungan memang memanas, tapi tidak sampai putus hubungan," kata Richard.

Sehari setelah insiden itu, Presiden Duterte mengumumkan untuk menarik jajaran kepolisian dari upaya pembasmian narkoba. "Kami akan lanjutkan operasi pembersihan, tapi kali ini akan terfokus pada sasaran berskala besar," kata Duterte yang popularitasnya menurun karena banyaknya korban narkoba mati ditembak.

Komentar

 
Embed Widget

x