Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 13:56 WIB

Rusia Sumbang Ribuan Senjata AK ke Filipina

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 12 Oktober 2017 | 12:40 WIB
Rusia Sumbang Ribuan Senjata AK ke Filipina
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Manila - Pemerintah Rusia akan menyumbangkan 5 ribu senjata api kepada jajaran militer Filipina untuk menumpas kelompok militan pro ISIS.

Kantor berita Reuters mengabarkan, hal itu diungkapkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Rabu (11/10/2017). "Kita bakal memiliki senjata Kalashnikov," kata Duterte dalam pidatonya kepada para tentara. Duterte menambahkan, sumbangan itu akan ditanda tangani bulan ini. "Rusia ingin agar sumbangan ini dirahasiakan," tambah Duterte.

Hadiah ribuan senjata itu diberikan Pemerintah Moscow, menyusul donasi 6 ribu senjata laras panjang dan 100 senjata penembak jitu oleh China kepada Filipina. Sumbangan Beijing itu diberikan setelah Presiden Duterte menjalin kerjasama dengan kedua negara adidaya penghasil senjata dunia, yang menjadi saingan berat AS.

Menurut seorang pejabat tinggi kementerian pertahanan Filipina, senjata sumbangan Rusia itu akan tiba akhir bulan ini. Yakni, bersamaan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Rusia menghadiri pertemuan regional di Filipina.

Selain ribuan senjata jenis Kalashnikov, Rusia juga akan mengirim jutaan amunisi dan peluru, serta puluhan truk militer. Lima kapal perang Rusia akan berkunjung ke Manila, untuk mengangkut bantuan senjata api itu. "Empat di antaranya pernah mampir tahun lalu, dalam kunjungan terpisah," tutur pejabat tinggi itu.

Presiden Duterte juga menjelaskan, senjata api dibutuhkan untuk memerangi pengikut setia ISIS yang menancapkan kakinya di Mindanao, Selatan Filipina. "Mereka tidak lenyap begitu saja, mereka diam-diam membentuk kelompok lagi di mana-mana," kata Duterte.

Sejauh ini belum terdengar tanggapan resmi dari Pemerintah Washington. Seperti diketahui, Filipina menjadi rekan sejati AS, sehingga pernah membangun dua pangkalan militer dan angkatan udara di Pantai Subic. Melalui perjanjian pertahanan bersama, AS memberikan latihan dan perlengkapan militer bernilai $ 1 miliar sejak tahun 2000.

Komentar

 
x