Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 02:09 WIB

Peretas Korut Curi Sejumlah Dokumen Militer Korsel

Oleh : - | Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:41 WIB
Peretas Korut Curi Sejumlah Dokumen Militer Korsel
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Seoul - Para peretas yang diduga berasal dari Korea Utara dilaporkan mencuri sejumlah besar dokumen militer Korea Selatan, termasuk sebuah rencana untuk membunuh pemimpin Korut, Kim Jong-un.

Seorang anggota parlemen Korsel, Rhee Cheol-hee, mengatakan informasi tersebut berasal dari Kementrian Pertahanan.

Dokumen yang dicuri juga mencakup rancangan kemungkinan masa perang yang disusun oleh Korsel dan AS serta laporan-laporan kepada para komandan senior negara-negara sekutu Korsel.

Sejauh ini, Kementerian Pertahanan Korut menolak memberi komentar terkait tuduhan tersebut.

Rhee, yang berasal dari partai pemerintah dan merupakan anggota komite pertahanan parlemen, mengatakan 235GB dokumen militer dicuri dari Pusat Integrasi Data Pertahanan dan sekitar 80 persen dari dokumen itu masih belum diidentifikasi.

Mengutip BBC, peretasan berlangsung pada September tahun lalu. Pada Mei tahun ini, Korsel mengatakan sejumlah data telah dicuri dan Korut kemungkinan memprovokasi 'serangan siber' namun tidak ada rincian tentang data yang dicuri tersebut.

Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan bahwa Seoul sudah menjadi sasaran rentetan serangan siber oleh Pyongyang selama beberapa tahun belakangan, dan banyak serangan itu yang menjadikan situs dan fasilitas pemerintah Korsel sebagai sasaran.

Korut diyakini memiliki para peretas yang secara khusus dilatih dan tinggal di luar negeri, termasuk di China.

Pemerintah Pyongyang membantah dan menyatakan Seoul 'mengarang-ngarang' tuduhan tersebut.

Laporan tentang bocornya rencana perang yang disusun oleh Seoul dan Washington di Semenanjung Korea jelas tidak membantu meredakan ketegangan antara AS dan Korut.

Kedua negara belakangan ini melancarkan serangan kata-kata terkait dengan serangkaian uji coba nuklir Korut. AS ingin menghentikannya, sementara Pyongyang bertekad untuk meneruskannya.

Korut pun baru-baru ini mengklaim sudah berhasil mengembangkan miniatur bom hidrogen, yang bisa ditempatkan di rudal jarak jauh.

Komentar

 
x