Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 02:02 WIB

Madrid 'Cemooh' Deklarasi Kemerdekaan Catalonia

Oleh : - | Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:15 WIB
Madrid 'Cemooh' Deklarasi Kemerdekaan Catalonia
(Foto: BBC)
facebook twitter

INILAHCOM, Madrid - Pemerintah Spanyol menolak deklarasi kemerdekaan yang ditandatangani pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, dan menolak seruan dialog.

Wakil Perdana Menteri Spanyol, Soraya Saenz de Santamaria, menggambarkan Puigdemont sebagai sosok yang 'tidak tahu di mana dia berada dan kemana akan melangkah'.

Sementara Menteri Kehakiman Spanyol, Rafael Catala, menegaskan kembali sikap pemerintah Spanyol bahwa referendum itu ilegal dan hasilnya tidak sah.

Rencananya, pemerintah Spanyol akan menggelar rapat kabinet mendadak untuk membahas langkah pemerintah menyikapi perkembangan terbaru di Catalonia.

Sebelumnya, Puigdemont menandatangani deklarasi kemerdekaan Catalonia pada Selasa (10/10/2017), tetapi menunda pelaksanaannya demi memungkinkan adanya dialog dengan pemerintah pusat.

Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa deklarasi kemerdekaan Catalonia ini akan menyebabkan Spanyol dalam krisis politik yang berkepanjangan.

Mengutip BBC, gejolak politik itu terjadi sejak digelarnya referendum di wilayah Catalonia pada awal Oktober lalu yang dianggap tidak sah oleh Mahkamah Konstitusi negara tersebut.

Di hadapan anggota parlemen Catalonia di Barcelona, Puigdemont mengatakan hasil referendum menunjukkan bahwa mayoritas warga wilayah otonomi itu menghendaki kemerdekaan.

"Untuk itulah, kami meminta negara-negara dan organisasi internasional untuk mengaku republik Catalonia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat," katanya.

Dia mengatakan hasil referendum menunjukkan bahwa 'rakyat berkehendak' untuk melepaskan diri dari Spanyol. Meski demikian, dia juga mengatakan dirinya ingin 'mengurangi ketegangan' dengan Pemerintah Madrid terkait masalah ini.

"Saya mengusulkan untuk menunda upaya lanjutan dari deklarasi kemerdekaan ini dengan menggelar dialog dengan Madrid," kata Puigdemont kepada anggota parlemen.

Sejauh ini tidak jelas apakah dokumen pernyataan kemerdekaan itu memiliki kekuatan hukum, karena referendum kemerdekaan yang digelar 10 hari lalu itu dilarang oleh Mahkamah Konstitusi. Selain itu, pemisahan diri harus disahkan oleh parlemen Catalonia.

Warga Catalonia di Barcelona yang mendukung kemerdekaan menyambut positif isi pidato awal Puigdemont, tetapi tidak sedikit yang kecewa setelah mendengar sikap Puigdemont yang menunda tindakan lanjutan dari penandatanganan deklarasi kemerdekaan.

Referendum diikuti oleh sekitar 43 persen dari total pemilih dan dari angka tersebut lebih dari 90 persen mendukung kemerdekaan Catalonia

Proses pemungutan suara, yang dihalang-halangi aparat kepolisian Spanyol, sempat diwarnai aksi kekerasan yang kemudian menyulut protes kelompok pendukung kemerdekaan.

Menjelang pidato Puigdemont pada Selasa lalu, telah ada desakan agar deklarasi kemerdekaan itu ditunda. Desakan itu antara lain disuarakan Wali Kota Barcelona Ada Colau dan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk.

Catalonia adalah salah satu wilayah terkaya di Spanyol, namun sejumlah perusahaan telah mengumumkan akan memindahkan kantor pusatnya ke luar wilayah Catalonia sebagai tanggapan terhadap krisis tersebut.

Komentar

 
x