Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 11:39 WIB

Catalunya Umumkan Kemerdekaan dalam Hitungan Hari

Oleh : - | Rabu, 4 Oktober 2017 | 12:12 WIB
Catalunya Umumkan Kemerdekaan dalam Hitungan Hari
(Foto: BBC)
facebook twitter

INILAHCOM, Barcelona - Catalunya akan memproklamasikan kemerdekaan dari Spanyol dalam hitungan hari, kata pemimpin daerah otonomi tersebut kepada BBC.

Dalam wawancara pertama sejak referendum hari Minggu (1/10/2017), Carles Puigdemont mengatakan pemerintahannya akan 'bertindak pada akhir pekan ini atau awal pekan depan'.

Ketika ditanya apa yang akan dia lakukan jika pemerintah Spanyol mengintervensi dan mengambil alih pemerintahan Catalunya, Puigdemont menegaskan bahwa tindakan itu bakal menjadi 'sebuah kesalahan yang akan mengubah segalanya'.

Puigdemont mengungkap bahwa saat ini tiada hubungan antara pemerintah pusat dan daerah otonomi Catalunya.

Dia menepis pernyataan Komisi Eropa pada Senin (2/10/2017), bahwa rangkaian peristiwa di Catalunya adalah urusan dalam negeri Spanyol.

Sebelumnya, Raja Spanyol Felipe VI mengecam pihak pengelola referendum kemerdekaan Catalunya pada Minggu karena menempatkan diri mereka di 'luar hukum'.

Dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi nasional, Raja mengatakan pemungutan suara itu tidak sah dan tanpa menghormati hukum maka tidak akan ada kebebasan maupun perdamaian.

"Mereka sudah melanggar prinsip demokratis dari penegakan hukum," tambah Raja merujuk pada pemerintah daerah Catalunya.

Raja Felipe VI memperingatkan pula bahwa pemungutan suara bisa membawa risiko ekonomi kepada wilayan Catalunya yang makmur dan juga ke seluruh Spanyol. Namun dia menegaskan bahwa Spanyol akan mengatasi 'waktu-waktu yang sulit'.

Wartawan BBC di Barcelona, Patrick Jackson, melaporkan bahwa pidato Raja Felipe VI ditanggapi dengan cemoohan warga Barcelona yang menyaksikannya melalui siaran televisi.

Sejumlah warga menilai raja telah menyuarakan posisi pemerintah Spanyol, tanpa menyebut berbagai aksi pemukulan polisi terhadap pemilih dan tiada seruan dialog antara pemerintah pusat dan Catalunya.

Pada Selasa (3/10/2017), ratusan ribu orang di wilayah Catalunya menggelar unjuk rasa atas kekerasan yang dilakukan polisi saat berupaya mencegah berlangsungnya referendum, yang menyebabkan sekitar 900 orang cedera.

Dalam unjuk rasa di Barcelona saja, sekitar 700.000 orang turun ke jalan-jalan, seperti diperkirakan aparat polisi yang dikutip kantor berita AFP walau belum ada pengukuhan resmi tentang jumlah pengunjuk rasa.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menyebut referendum warga Catalunya adalah 'hinaan' terhadap demokrasi.

Bahkan, menurut Menteri Dalam Negeri Juan Ignacio Zoido, pemerintahan Catalunya telah mendorong warga ke jurang dan menyulut pemberontakan di jalan-jalan.

Karena itu, Zoido mewanti-wanti bahwa pemerintah tidak akan segan-segan menempuh 'segala tindakan yang diperlukan untuk menghentikan pelecehan ini'.

Sekitar 2,2 juta pemilih memberikan suara dari total sekitar 5,3 juta pemilih dan pemerintah wilayah Catalunya mengatakan dukungan untuk kemerdekaan hampir mencapai 90 persen walau hasil resmi belum diungkapkan.

Namun partisipasi yang relatif rendah, sekitar 42 persen, tampaknya membuat posisi pemimpin Catalunya, Carles Puigdemont, menjadi lemah.

Komentar

 
Embed Widget

x