Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 02:00 WIB

Beijing Ancam Muslim, Larang Al Quran & Sajadah

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 30 September 2017 | 10:55 WIB
Beijing Ancam Muslim, Larang Al Quran & Sajadah
(Foto: oborislam)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Pemerintah China meminta setiap keluarga di Xinjiang untuk menyerahkan seluruh perlengkapan sholat, termasuk sajadah dan Kitab Suci Al Quran kepada petugas.

International Business Times mengabarkan Jumat (29/9/2017), perintah itu diterapkan bagi keluarga Muslim di Uyghur, Kazakh dan Kyrgyz. "Para pejabat pedesaan, kelurahan dan kecamatan juga menyita seluruh kitab suci Al Quran dan sajadah yang digunakan sebagai peralatan sholat," kata sebuah sumber di Kazakh di Kawasan Altay, dekat Kazakhstan kepada Radio Free Asia. "Mereka diminta menyerahkan secara sukarela, atau akan dihukum," lanjut sumber itu.

Meski permintaan itu dimulai di Xinjiang, tapi sejumlah kawasan seperti Kashgar, Hotan dan lainnya telah diperintahkan sejak pekan lalu. Pihak penguasa menyampaikan pemberitahuan itu lewat linimasa WeChat.

Dalam pemberitahuan disebutkan pula, selain peralatan sholat, warga Muslim juga diharuskan menyerahkan buku-buku agama dan simbol-simbol Islam seperti bulan sabit dan bintang. "Setiap etnis Uyghur harus menyerahkan pula hiasan bernuansa Muslim, termasuk Al Quran dan sajadah serta tasbih," kata Dilxat Raxit, Juru Bicara pelarian warga Uyghur, Kongres Uyghur Sedunia.

Pemerintah Beijing menjelaskan, penyerahan Al Quran dan barang-barang lainnya telah dikeluarkan pemerintah pusat sejak lima tahun lalu. Dalam perintah itu, disebutkan pula beberapa senjata tajam seperti pisau, barang-barang yang mudah meledak seperti remote kontrol, dan hiasan berbau Muslim. Penguasa Beijing yakin, barang-barang tersebut membantu mendorong terorisme, sehingga aktivitas keagamaan dan pengajaran agama dinyatakan ilegal.

Seluruh barang-barang, bahasa serta cinderamata dari Kazakhstan juga dilarang. "Barang-barang berisi tulisan dari Kazakhstan, termasuk kaos, grafiti, dekorasi, barang seni dan lainnya harus diperiksa lebih dahulu, dan dilaporkan secara rinci sebelum 25 September," bunyi larangan yang beredar sebelumnya.

Sementara itu, para pejabat sejumlah kawasan juga diminta mengucapkan jaminan dengan kata-kata maupun secara tertulis yang isinya: "Mereka tidak mempunyai agama, mereka tidak akan menghadiri upacara agama, dan mereka dilarang berpuasa selama Bulan Suci Ramadhan," bunyi laporan media lokal seperti dikutip Reuters.

Tags

Komentar

 
x