Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 05:50 WIB

Palestina Berhasil Menjadi Anggota Penuh Interpol

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 28 September 2017 | 14:05 WIB
Palestina Berhasil Menjadi Anggota Penuh Interpol
(Foto: investingresearch)
facebook twitter

INILAHCOM, Lyon - Organisasi Polisi Internasional, Interpol, menyetujui Negara Palestina menjadi anggota penuh dalam sidang umum Interpol yang digelar di Beijing, China, Rabu (27/9/2017).

Seperti dikutip Kantor berita Reuters, badan polisi internasional itu menyebutkan, "Negara Palestina dan Kepulauan Solomon kini menjadi anggota Interpol," tulis Interpol dalam twitternya. Hal itu disambut gembira oleh Organisasi Pembebasan Palestina, PLO yang menyebutkan lebih dari 75 persen anggota Interpol memberikan suara mendukung Palestina menjadi anggota. Dengan demikian Interpol kini memiliki 192 negara anggota di seluruh dunia.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengungkapkan pernyataan resminya, "Kemenangan ini terwujud karena posisi prinsip-prinsip dari mayoritas anggota Interpol," katanya. "Dalam kesempatan ini, Negara Palestina menekankan komitmennya untuk memenuhi kewajiban dan peranannya memerangi aksi kriminal dan penegakan hukum," sambung Maliki.

Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keputusan itu, "Akan merugikan kemungkinan mewujudkan perdamaian," katanya. Dalam pertemuannya dengan Jason Greenbalt, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Netanyahu mengungkapkan, "Perang diplomatik yang dilancarkan Palestina tidak akan berhasil," katanya.

Sementara itu, Senator Demokrat Ben Cardin, dari Maryland mengungkapkan penggunaan organisasi internasional hanya merupakan langkah mundur. "Hanya satu jalan yang harus ditempuh: Berdirinya dua negara yang saling hidup damai," kata Ben Cardin.

Sebaliknya, Omar Awadallah, Kepala Departemen Organisasi Kementerian Luar Negeri Palestina di PBB menjelaskan bahwa Palestina kini memiliki hak untuk menggugat siapapun. "Secara teori, statusnya di Interpol dapat digunakan untuk menuntut melawan Israel yang melakukan aksi kriminal terhadap kawasan Palestina," kata Omar Awadallah.

Perdana Menteri Palestina telah mengirimkan permohonan menjadi anggota Interpol sejak tahun 2015. Pada Juli lalu, permohonan tertulis dilayangkan ke Markas Besar Interpol di Lyon, Prancis, dengan janji: Organisasi PLO tidak akan menggunakan politik, militer, rasialisme atau agama untuk mencampuri kegiatannya dan bekerjasama dengan Interpol. Pernyataan resmi itu pun disetujui di menit-menit terakhir sidang Interpol dan Palestina dinyatakan sebagai anggota penuh Interpol.

Komentar

 
x