Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 05:39 WIB

PM Abe Bubarkan Parlemen Agar Popularitasnya Naik

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 26 September 2017 | 15:24 WIB
PM Abe Bubarkan Parlemen Agar Popularitasnya Naik
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe - (Foto: midday)
facebook twitter

INILAHCOM, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe hendak membubarkan parlemen agar pemilu yang sedianya digelar tahun 2018 bisa dipercepat.

CNN mengabarkan, hal itu diutarakan PM Abe dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional Senin (25/9/2017). "Saya akan membubarkan majelis rendah Kamis besok, untuk mendapatkan mandat penuh dari rakyat Jepang," kata Abe.

Menurutnya, pemilu perlu dipercepat di tengah krisis Korea Utara yang semakin memuncak dewasa ini. "Kita tidak ingin mengeluarkan ancaman bagi Korea Utara. Saya berharap agar mendapatkan kepercayaan dari rakyat Jepang untuk melakukan diplomasi," lanjut Abe.

Pemilu lebih awal itu tampaknya dilakukan Abe yang kini tengah terpuruk. Gara-gara skandal korupsi yang melibatkan Abe dan istrinya, serta mundurnya Menteri Pertahanan Jepang, popularitas Abe menurun tajam. "Dia tersudut oleh skandal itu, dan takut bila parlemen bersidang, bakal mempertanyakan skandal itu, sehingga Abe bisa terjungkal," kata Koichi Nakano, profesor Politik Jepang di Universitas Sophia, Tokyo.

Selain itu, lewat pemilu lebih awal, Shinzo Abe ingin melonggarkan batasan tentang Pasukan Bela Diri Jepang yang diizinkan untuk melakukan pertahanan negara. Bila krisis Korea Utara terus berlanjut ke tingkat lebih rawan, tentara Jepang tidak dapat ikut andil menggempur Korea Utara misalnya. Namun upaya itu baru bisa dilakukan tahun 2020, tenggat waktu yang ditetapkan konstitusi Jepang, sesuai dengan perjanjian Sekutu-Jepang pada Perang Dunia II.

Yang menggembirakan Abe, jajak pendapat yang digelar Kyodo News mengungkapkan 30% responden akan tetap memberikan suara bagi Partai Liberal Demokrat, LDP pendukung Abe. Sementara suara oposisi hanya 8% saja. Yang mengkhawatirkan justru 42% responden masih belum menentukan pilihannya dan ini menjadi incaran Abe lewat pemilu awal yang rencananya akan digelar tahun ini.

Komentar

 
x