Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 02:03 WIB

Wanita Oposisi Suriah Terbunuh di Istanbul, Turki

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 26 September 2017 | 14:54 WIB
Wanita Oposisi Suriah Terbunuh di Istanbul, Turki
Orouba Barakat - (Foto: abcnews)
facebook twitter

INILAHCOM, Istanbul - Orouba Barakat, seorang perempuan aktivis anti pemerintah Suriah dan Halla Barakat, putrinya ditemukan tewas dengan sejumlah tusukan di apartemennya di kawasan Uskudar, Istanbul, Turki, Jumat (22/9/2017).

The Guardian mengabarkan, Orouba Barakat yang dikenal sebagai anggota Dewan Oposisi Suriah, tengah mengusut penyiksaan di penjara-penjara Suriah. Dugaan keras menyebutkan bahwa Orouba Barakat, 60 tahun dan Halla Barakat, 22 tahun dihabisi oleh kelompok pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Tangan seorang tiran dan ketidak adilan telah merenggut jiwa saudariku, Doktor Orouba dan putrinya Halla di apartemen mereka di Istanbul," tulis Shaza, saudari korban di akun Facebooknya. "Orouba menulis berita utama di halaman depan untuk mengusut aksi kriminal di Suriah, sehingga mereka terkenal. Kini nama Orouba dan Halla putrinya menjadi berita utama," lanjut Shaza.

Menurut media masa Turki, Orouba tinggal di Inggris, kemudian pindah ke Uni Emirat Arab sebelum tinggal di Istanbul, Turki. Sejak perang saudara berkecamuk di Suriah, 2011, Turki menjadi tujuan 3 juta warga Suriah yang kebanyakan anti Presiden Bashar Al-Assad.

Orouba Barakat dan Halla, adalah sahabat Kayla Mueller, pekerja sosial AS yang diculik di Suriah oleh ISIS pada Agustus 2013 dan mayatnya dibunuh 1,5 tahun kemudian. Menurut ABC News, Orouba dan Halla terlibat dalam upaya pembebasan Kayla Mueller, dan menggelar penggalangan dana untuk membiayai para perempuan Suriah yang tinggal di kamp pengungsi di Turki. Orouba adalah bibi dari salah satu dari tiga mahasiswi Muslim yang ditembak mati di Chapel Hill, North Carolina, 2015.

Suzanne, salah satu keponakan korban menuliskan di Facebook, "Berapa orang lagi keluarga kami yang kehilangan nyawa akibat kebencian dan kekerasan? Di mana pun, kami tidak merasa aman lagi," kata Suzanne. Kepedihannya bisa dimaklumi mengingat sejumlah keluarga Orouba Barakat terbunuh karena menjadi korban kebencian.

Sementara itu, Halla Barakat yang lahir di AS, adalah seorang wartawan yang menerbitkan majalah online bernama Orient News. "Dia adalah gadis dengan rambut keemasan dengan mata berwarna hijau. Dia adalah perempuan terpelajar, dinamis, penyayang seperti ibunya," kata Suzanne.

Tags

Komentar

 
x