Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 11:29 WIB

Peseni Rupa Ai Wei Wei Kecam Beijing dari Swiss

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 22 September 2017 | 15:26 WIB
Peseni Rupa Ai Wei Wei Kecam Beijing dari Swiss
Peseni rupa China Ai Wei Wei - (Foto: CNN)
facebook twitter

INILAHCOM, Lausanne - Peseni rupa China Ai Wei Wei mengecam tindak kekerasan Pemerintah Beijing terhadap sejumlah pengacara serta kebebasan berpendapat di China.

Kantor berita Reuters mengabarkan Kamis (21/9/2017), kecaman itu dilontarkan Ai Wei Wei kepada wartawan yang meliput pameran instalasi yang digelarnya di Laussane, Switzerland. "Mereka tidak mau menerima nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat dan kebebasan beragama, serta pers yang independen," kata peseni rupa yang baru saja menggelar pameran di Washington DC itu.

Ai Wei Wei menambahkan, China telah berkembang dan menjadi negara dengan ekonomi yang sangat kuat. "Tapi sementara itu, China tidak mempercayai rakyatnya," kata Ai Wei Wei. "Setelah 60 atau 70 tahun berkuasa, mereka masih tidak percaya dengan rakyatnya sendiri dan memberi kesempatan menggunakan hak suaranya," tambah Ai Wei Wei yang kini berdiam di Berlin, Jerman bersama anaknya.

Peseni rupa kelahiran Beijing itu kerap berkunjung ke tanah airnya untuk membela dua temanya pejuang hak asasi manusia yang menjalani hukuman 5 dan 10 tahun penjara. "Sungguh berbahaya, tapi saya tidak takut, karena saya telah mengalami semuanya. Ini demi generasi ayahku dan generasi anakku," kata Ai Wei Wei, 60 tahun.

Ai Wei Wei menggelar karya instalasinya berjudul 'Its Always the Others' di Museum Cantonal Fine Arts di Laussane, Switzerland hingga 28 Januari 2018. Ai Wei Wei membawa 46 karya instalasinya yang terbuat dari kayu, batu Giok, porselin, bambu dan kain sutera bersama sejumlah foto dan video.

Karyanya berjudul 'Dragon in Progress' terdiri dari bambu sepanjang 50 meter dan layang-layang sutera yang digantung di atas langit-langit. Ini melambangkan simbol kekuasaan kaisar China, dengan kutipan ucapan para tahanan dan pelarian politik serta aktivis seperti Nelson Mandela, Edward Snowden dan lainnya

"Saya menjadi orang bebas, yang dapat pergi atau pulang. Mereka berjanji tidak akan menyentuh saya. Tapi, sebuah negara yang tidak berdasarkan hukum, maka anda tidak bisa berbuat apapun. Karena sulit ditebak dan anda tidak dilindungi hukum," kata Ai Wei Wei yang pernah beberapa tahun karena mengkritik bencana runtuhnya asrama mahasiswa yang menelan 600 korban jiwa.

Komentar

 
Embed Widget

x