Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 04:37 WIB

Rusia Ketahuan Terlibat Aksi Kampanye Pro-Trump

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 22 September 2017 | 12:31 WIB
Rusia Ketahuan Terlibat Aksi Kampanye Pro-Trump
(Foto: thehill)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Sejumlah organisasi dan jaringan Rusia mengorganisasi belasan kelompok Pro-Trump agar hadir dalam kampanye di 17 kota di AS untuk mendukung pencalonan Donald Trump sebagai presiden.

Harian The Daily Beast mengabarkan Rabu (20/9/2017), bahkan banyak di antaranya menggalang kampanye dan aksi protes. Termasuk di antaranya protes anti imigran asing dan demonstrasi anti-Muslim di Idaho, pada bulan Agustus 2016. Tidak diketahui apakah aksi protes itu benar-benar terjadi pada waktu itu.

Yang pasti, penyedia linimasa Facebook menghapus sedikitnya 200 ribu pengikut sejumlah aksi pendukung Trump. Di antaranya, kelompok 'Menjadi Patriot', kelompok yang berkaitan dengan imbauan 'Aksi Demo mendukung Trump' yang diunggah di Twitter. Kelompok itu juga menggelar acara 'Aksi mob patriotik di seluruh AS' yang dikenal dengan sebutan 'Florida Goes Trump!' pada Agustus 2016.

Meski tak ketahuan apakah kampanye di 17 kota AS itu pernah terjadi, namun rekaman video dan aksi demodi Coral Springs dan Fort Lauderdale masih bisa dilihat di Facebook. "Pada 20 Agustus kami ingin berkumpul sesama patriot di jalan-jalan raya di Florida untuk melakukan aksi gerak jalan demi persatuan AS dan mendukung Donald Trump!" bunyi salah satu akun pendukung Trump di Facebook.

Halaman 'Jadi Patriot' juga memasang meme pro-Trump dan anti-Clinton dan mempromosikan serangkaian acara di sejumlah kota. Termasuk demo pro-Trump di Manhattan pada 11 September 2016, dan di Pittsburgh dan Philadelphia Oktober 2016. Sekitar bulan Agustus 2017, halaman itu diberangus oleh Facebook, karena berkaitan dengan sebuah perusahaan Rusia yang membeli iklan senilai $ 100 ribu di Facebook. Ada kabar iklan yang terlanjur dipasang itu mampu menggaet 70 juta pengguna Facebook.

Karena itu, para anggota parlemen dari Partai Demokrat mengirim surat ke Komisi Pemilihan Federal, FEC tentang iklan Facebook itu. Mereka meminta agar FEC juga mempertimbangkan sebuah aturan baru untuk menghindarkan kepentingan asing menggunakan iklan online yang mampu menggaet jutaan penggunanya. "Media sosial mampu menargetkan jutaan penggunanya berkantong tebal, melalui informasi detil di Facebook," tulis anggota Demokrat yang ditandatangani Senator Elizabeth Warren, Al Franken dan Cory Booker.

Tags

Komentar

 
x