Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 05:37 WIB

AS Keluarkan Sanksi Baru Terhadap Korea Utara

Oleh : - | Jumat, 22 September 2017 | 10:45 WIB
AS Keluarkan Sanksi Baru Terhadap Korea Utara
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Presiden AS Donald Trump mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap para individu dan perusahaan yang menjalin usaha dengan Korea Utara sehubungan dengan program nuklirnya.

Mengutip BBC, saat mengeluarkan perintah eksekutif baru pada Kamis (21/9/2017), Trump mengatakan langkah ini ditempuh dengan tujuan untuk 'memutus sumber-sumber pendapatan yang digunakan untuk mendanai usaha Korea Utara mengembangkan senjata paling mematikan yang pernah dikenal oleh manusia'.

Sektor-sektor yang dijadikan sasaran adalah industri tekstil, perikanan, teknologi informasi dan manufaktur.

Guna menjalankan perintah eksekutif baru dengan sasaran akhir Korea Utara, Trump memberikan wewenang kepada Departemen Keuangan AS untuk memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan-perusahaan dan berbagai institusi keuangan yang menjalin bisnis dengan Korea Utara.

Di sisi lain, ia memuji China dengan mengatakan pemerintah negara itu telah memerintahkan bank-banknya menghentikan bisnis dengan Korea Utara.

Pengumuman Trump ini dikeluarkan setelah Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berpidato di Sidang Umum PBB. Disebutkan dalam pidatonya bahwa Korea Selatan tidak ingin Korea Utara runtuh tetapi negara tetangga itu harus menghentikan program nuklirnya dan kembali ke meja perundingan.

Korea Utara sudah dikenai sanksi-sanksi baru oleh PBB menyusul uji coba nuklir yang terbaru.

Uji coba nuklir dan balistik yang dilakukan oleh Korea Utara meningkatkan ketegangan selama beberapa minggu terakhir. Meskipun mendapat tekanan internasional, Korea Utara terus melakukan uji coba.

Dalam pidato di Sidang Umum PBB pada Selasa (19/9/2017), Trump berjanji untuk 'menghancurkan secara total' Korea Utara jika negara itu mengancam AS dan sekutu-sekutunya.

Namun Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho menyamakan pidato Presiden AS bagai 'gonggongan anjing'.

"Ada pepatah yang menyatakan: 'Biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu'," kata Ri.

Komentar

 
x